Politisi Golkar: Pembentukan KMP Daerah Bukan untuk Jegal Jokowi

Apabila KMP ingin konsisten permanen, maka menurut dia tak hanya di pusat tetapi di sejumlah daerah pun perlu diperkuat.

oleh Andi Muttya Keteng diperbarui 12 Nov 2014, 19:03 WIB
Koalisi Merah Putih

Liputan6.com, Jakarta - Koalisi Merah Putih (KMP) DKI Jakarta baru saja dibentuk. Nantinya seluruh provinsi pun akan mendeklarasikan KMP daerah. Ketua DPP Partai Golkar bidang Kerja Sama Organisasi dan Kemasyarakatan, Rambe Kamarulzaman, menegaskan bahwa pembentukan KMP daerah bukan upaya penjegalan terhadap pemerintahan Jokowi.

"Tidak ada jegal. Tak ada di deklarasi itu yang mengatakan bahwa kita adalah pendukung Prabowo. Tidak ada," kata Rambe di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Apabila KMP ingin konsisten permanen, maka menurut dia tak hanya di pusat tetapi di sejumlah daerah pun perlu diperkuat.

Rambe mengatakan, penyatuan sejumlah partai dalam suatu koalisi justru untuk memperkuat sistem presidensial. Sehingga, kata dia, proses komunikasi antar partai menjadi lebih sempurna dan sederhana.

"Yang jelas, bersinerginya partai-partai ini maka demokrasi kita akan lebih baik. Kalau partai-partai mengelompok, partai menyadari masing-masing. Kita tak ikut dukung Jokowi ya nggak pantaslah kita jadi menteri. Jadi di sini kita bisa jadi pimpinan," pungkas Rambe.

Pembentukan pengurus KMP DKI Jakarta digelar Selasa 11 November kemarin di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan. KMP DKI diketuai oleh Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Mohammad Taufik yang langsung dilantik oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pembentukan Koalisi Merah Putih (KMP) berawal ketika akan dilaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2014-2019. Kubu KMP yang terdiri dari Golkar, Gerindra, Demokrat, PKS, PAN dan PPP mendeklarasikan diri dengan mendukung pasangan capres no 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. (Yus)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya