Bos Microsoft Tak Gentar Hadapi Persaingan Pasar Smartphone

Pangsa pasar Windows Phone yang tertinggal jauh dari Andorid dan iOS, ternyata tidak membuat sang CEO khawatir.

oleh Andina Librianty diperbarui 23 Nov 2014, 11:15 WIB
Satya Nadella (nbcnews.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pasar smartphone saat ini masih dikuasi oleh duopoli Google dengan sistem operasi (OS) Android, dan Apple dengan iOS. Kendati demikian, Microsoft yang turut meramaikan persaingan dengan OS Windows Phone tak gentar menghadapi dua raksasa industri perangkat mobile tersebut.

Menurut laman Business Insider, berdasarkan sejumlah laporan riset, pangsa pasar Windows Phone hanya berkisar 3 hingga 5 persen di pasar smartphone global. Meski berhasil melangkahi BlackBerry, jarak Windows Phone masih jauh dibandingkan dengan Android yang menguasi 80 persen dan iPhone 12 persen.

Namun pangsa pasar Windows Phone yang masih kecil tampaknya tidak membuat ciut nyali Chief Executive Officer (CEO) Microsoft, Satya Nadella. Sebaliknya ia justru yakin OS Windows secara perlahan akan ada di seluruh ukuran layar perangkat.

"Saya ingin memastikan kami memiliki aplikasi-aplikasi yang sangat populer, serta yang ada di balik aplikasi-aplikasi tersebut. Setelah itu, kami bekerja untuk membuat perangkat Windows di semua ukuran layar," tutur Nadella dalam pertemuan dengan sejumlah jurnalis dan analis di kantor pusat Microsoft.

Lebih lanjut, Nadella berharap versi terbaru Windows yakni Windows 10, akan ada di semua kategori perangkat mulai dari ponsel, tablet, hingga TV layar besar. Kendati demikian, Nadella mengakui bahwa kekuatan Windows masih di perangkat layar besar seperti desktop PC, laptop, dan tablet.

Namun Windows 10, sambung Nadella, dapat mendorong pembeli komputer Windows dan perangkat lain seperti Microsoft Band, untuk juga membeli smartphone Windows Phone.

"Seiring pertumbuhan, kami akan memiliki peralihan ke ponsel. Windows Phone adalah bagian dari permainan yang lebih besar," ungkap suksesor Steve Ballmer tersebut. (din/dhi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya