Tabrakan Beruntun di Serang, Truk TNI AD Ringsek

Truk TNI AD ini mengangkut pasukan yang akan diterjunkan ke daerah Papua.

oleh Yandhi Deslatama diperbarui 06 Nov 2014, 16:28 WIB
Truk TNI ringsek setelah mengalami kecelakaan beruntun di Pendeglang, Serang. (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Serang - Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Pandeglang, Kabupaten Serang. Kecelakaan yang melibatkan 5 unit kendaraan ini menyebabkan 3 orang terluka.

"Belum diketahui penyebabnya. Kita akan olah TKP, tapi tidak ada korban jiwa," kata Kanit Lakalantas Polres Serang Ipda Yusuf Dwi Atmodjo di lokasi kejadian, Kamis (6/11/2014).

Saksi mata, Jupri menuturkan, kecelakaan beruntun melibatkan truk pengangkut pasir, sepeda motor, dan truk TNI AD pengangkut pasukan dari Yon Infanteri (Yonif) 320 Badak Putih. Truk TNI itu terlihat ringsek.

"Truk mau nyalip bus, nggak ke kejar, kenceng semuanya. Jadi ada mobil di depannya itu. Ada arah lawannya mobil kenceng juga," kata Jupri.

Sementara saksi mata lainnya, Ipul menambahkan, tabrakan beruntun terjadi saat truk pengangkut pasir bernomor polisi B 9256 HYU akan menyalip bus Asli Prima bernomor polisi  A 7626 KC dari arah Serang menuju Kabupaten Pandeglang.

Sedangkan pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju iring-iringan truk militer pengangkut pasukan dari Yonif 320 dari arah Kabupaten Pandeglang menuju Serang bernomor polisi 8023-III, 8025-III dan 8024-III. Karena truk pengangkut pasir tak mampu mendahului bus, tabrakan pun tak dapat terhindarkan.

"Ada iring iringan mobil truk yang ngangkut pasukan TNI dengan kecepatan tinggi, karena mobil di depan ketabrak truk, yang belakangnya ikut nabrak, tapi nggak ada korban jiwa, cuma luka-luka aja, sopir truk sama pengendara motor," ucap Ipul.

Truk militer ini sedang mengangkut pasukan yang rencanya akan di kirim ke Papua untuk menjaga keamanan di wilayah tersebut menggantikan pasukan sebelumnya yang sudah berakhir masa tugasnya.

Akibat kejadian ini, arus lalu lintas menjadi macet. Petugas kepolisian dikerahkan untuk mengurai kemacetan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya