Jokowi Resmikan Pembangunan Masjid Raya Jakarta

Pembangunan masjid berornamen Betawi itu menurut Jokowi agar muncul keseimbangan kota modern yang menjunjung tinggi nilai religius.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 27 Sep 2014, 08:14 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah acara peresmian. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meresmikan pembangunan Masjid Raya Jakarta yang berlokasi Jalan Daan Mogot, KM 14, RW 14, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Pembangunan masjid 2 lantai berornamen Betawi itu menurut Jokowi agar muncul keseimbangan antara sisi pembangunan Jakarta sebagai kota modern dan juga sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius.

"Dalam sebuah kota modern nggak melulu yang dipikirin soal ekonomi, harus ada keseimbangan dengan nilai-nilai religius," ujar Jokowi usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut.

Menurut Jokowi, dipilihnya lokasi di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat sebagai lokasi masjid tersebut karena dari seluruh wilayah Jakarta, hanya di wilayah Jakarta Barat yang belum mempunyai masjid raya. Sedangkan di wilayah lain disebut Jokowi telah mempunyai masjid raya atau masjid-masjid berukuran besar.

"Tinggal di sini yang belum ada. Kalau di Jakarta Timur kan sudah ada Masjid At Tien, di Jakarta Selatan juga sudah ada Al Azhar, Jakarta Utara ada Islamic Center dan Jakarta Pusat ada Masjid Istiqlal. Karena di sini belum ada masjid raya, maka kita bangun Masjid Raya di Jakarta Barat," kata Jokowi.

Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta Yonathan Pasodung mengatakan, masjid tersebut dibangun di atas lahan seluas 17,8 hektare dan dapat menampung hingga 16 ribu jemaah. Pembangunan masjid ini berbeda dengan masjid-masjid lainnya di Jakarta, lantaran akan dipenuhi oleh ornamen Betawi dan hiasan kaligrafi bertuliskan ayat Al-Quran.

"Dalam pembangunan ini kita melibatkan bapak-bapak para budayawan Betawi dan juga pihak MUI untuk memberikan masukan-masukan," kata dia.

Area masjid raya tersebut akan dikelilingi oleh 8 blok bangunan rumah susun yang diperuntukkan bagi warga relokasi dari Kali Mookevart. "Untuk 3 blok nanti akan selesai pembangunannya pada Oktober bulan depan," kata Yonathan.

‎Selain sebagai sarana ibadah dan menuntut ilmu agama, masjid juga dilengkapi perpustakaan dan lokasi bagi para pelaku usaha kecil menengah. Ditargetkan, pembanguanan masjid tersebut akan rampung pada pertengahan 2016.

"Total anggaran yang dihabiskan untuk masjid ini sebesar Rp 170 miliar, targetnya selesai  2015 atau prtengahan 2016," kata Yonathan.

Diakhir kunjungannya Jokowi berharap agar masjid tersebut dapat menjadi masjid yang indah dan mampu menjadi daya tarik bagi warga Jakarta untuk semakin giat beribadah. Ia pun menyebut kalau konsep pembangunan masjid tersebut yaitu tropis dan membumi.

"Semoga jadi masjid yang indah, dikelilingi hijau semua. Memang dirancang berarsitektur Betawi," kata Jokowi.‎

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya