Ketum Golkar: Beda Sikap Politik, Tak Boleh Putus Persahabatan

Ical pun menilai, kedatangan elite PPP dan PAN di Rakernas PDIP untuk menjalin silaturahmi, bukan beri dukungan kepada Jokowi-JK.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 21 Sep 2014, 07:32 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Liputan6.com/Miftahul Hayat)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengakui, pihak Partai Amanat Nasional (PAN) dan PPP telah meminta izin kepada dirinya datang ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Semarang, Jawa Tengah. Karena itu, ia tidak mencemaskan kedua partai tersebut akan berpaling dari Koalisi Merah Putih (KMP).

Pria yang akrab disapa Ical itu menilai, kedatangan elite PPP dan PAN di acara partai berlambang banteng moncong putih itu adalah untuk menjalin silaturahmi, bukan memberikan dukungan pada pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

"Mereka sudah minta izin kepada saya. Kita berprinsip begini kalau bersahabat kita boleh dengan siapa saja, terus kita tidak boleh putus persahabatan karena perbedaan sikap politik," kata Ical di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2014) malam.

Ical pun menegaskan, dalam politik tidak boleh kaku melainkan harus bersikap dinamis. Mengenai perbedaan pandangan, kata dia, adalah hal yang wajar dalam berpolitik.

"Sikap politik boleh berbeda, tapi kalau persahabatan tidak ada salahnya datang," tegas dia.

Dalam kesempatan itu, Ical menyakini bila KMP masih solid dan masih satu visi misi. Dimana sambung dia, misi itu adalah untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik dari yang sekarang.

"Yang saya tahu mereka (PPP dan PAN) tidak akan berubah," tandas Ical.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya