noPhone, Perangkat Khusus Untuk yang Kecanduan Ponsel

Penggunanya tak perlu khawatir jika noPhone miliknya masuk ke dalam air kedalaman 1 kilometer dan tak perlu khawatir kehabisan daya.

oleh Denny Mahardy diperbarui 09 Sep 2014, 10:12 WIB
Penggunanya tak perlu khawatir jika noPhone miliknya masuk ke dalam air kedalaman 1 kilometer dan tak perlu khawatir kehabisan daya.

Liputan6.com, Jakarta - Perangkat mobile seperti smartphone dan komputer tablet sudah menjadi perangkat wajib bagi sebagian orang. Namun, perangkat itu ternyata juga menyimpan candu besar yang cukup berbahaya, yang dikenal sebagai namophobia.

Para penderita namophobia biasanya akan gelisah ketika perangkat mobile miliknya tidak berada dalam genggamannya. Hal tersebut yang kemudian membuat orang biasanya tak dapat berkomunikasi secara baik dengan orang lain karena akan lebih sering menatap layar smartphone.

Sebuah perangkat kemudian dilahirkan untuk membantu para penderita namophobia agar kembali bisa menjalani hidup secara normal. Perangkat khusus untuk terapi kecanduan ponsel pintar tersebut diberi nama noPhone. 

Mengutip laman Cnet, pembuatnya menyebutkan bahwa produknya ini memiliki bodi mirip sebuah perangkat mobile dengan ukuran dan desain yang sama dan terbuat dari plastik. Bahkan penggunanya tak perlu khawatir jika noPhone miliknya masuk ke dalam air kedalaman 1 kilometer dan tak perlu khawatir kehabisan daya.

Hanya saja, penggunanya tak akan menemukan fitur standar seperti bluetooth, kamera bahkan melakukan panggilan lewat noPhone. Bentuknya yang serupa smartphone dibuat agar penggunanya tetap nyaman meski sedang tak membawa smartphone.

Pengguna tak perlu khawatir ada notifikasi dari akun sosial media ataupun pesan instan yang masuk saat sedang berbincang, makan di restoran atau bersosialisasi. noPhone akan membuat pengguanya merasa nyaman karena 'ponselnya' tetap berada di genggamannya.

Pencipta noPhone sepertinya hanya ingin mendorong supaya manusia kembali menjadi normal dalam bersosialisasi ataupun beraktivitas sehari-hari. Ia ingin mengubah kebiasaaan mengotak-atik gadget serta berinteraksi dengan orang lain via mobile menjadi aktivitas sosial yang lebih konkrit seperti sediakala.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya