Sebelum 'Berpisah', Jokowi-Ahok Akan Buat Sejarah Baru

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan pelantikan pejabat secara massal hingga ribuan PNS.

oleh Andi Muttya Keteng diperbarui 26 Agu 2014, 17:54 WIB
Jokowi dan Ahok menghadiri pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Senin (25/08/2014) (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam waktu sebulan akan terjadi perombakan jabatan besar-besaran di Pemprov DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan pelantikan pejabat secara massal hingga ribuan PNS.

"Kalau pelantikan massal ini terjadi, ini record yang luar biasa. Perubahan. Sepanjang sejarah Pemprov DKI bahkan Indonesia, belum pernah ada. Kecuali di militer," ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BPKD) DKI I Made Karmayoga di Balaikota Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Namun, ia masih merahasiakan waktu dan tempat pelantikan tersebut. Menurutnya, itu akan menjadi kejutan terakhir Jokowi sebelum mundur sebagai gubernur untuk resmi menjadi Presiden ke-7 RI.

"Lokasinya masih rahasia. Cari yang antik-antik. Lain dari lain. Yang pasti tidak di Balaikota kalau yang dilantik ribuan," ucap Made sambil tersenyum.

Saat ini, menurutnya, ada 6.826 posisi di Pemprov DKI. Nantinya yang akan dilantik, baik itu dimutasi atau dipromosikan, diperkirakan mencapai 40% dari jumlah tersebut.

Ribuan PNS yang akan dilantik itu terdiri dari jabatan kepala dinas, walikota, kepala bagian, kepala bidang, kepala seksi. Atau dari Eselon II, III, hingga IV akan dilantik sekaligus oleh Jokowi.

Saat ini, diakui Made, BPKD sedang berkejaran dengan waktu dan berhati-hati untuk melakukan pergeseran jabatan tersebut. Agar tidak terkesan subyektif, maka pihaknya melakukan pendekatan. Selain rekomendasi dari pimpinan, menurut Made, ia juga melakukan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) di samping sidang jabatan oleh pimpinan.

"Sekaligus nanti Pak Jokowi lantik dari Eselon II, III, dan IV. Kan biasanya Sekda yang lantik Eselon III sama IV. Arahan wagub kalau bisa Pak Jokowi yang lantik massal. Dwi tunggal (Jokowi) ini punya peran yang sama. Dua-duanya menyaksikan perubahan. Ide dua-duanya," jelas Made.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya