Dana Asing Tunjang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Para investor asing belum menunjukan performanya. Pasalnya, mereka sedang menunggu susunan kabinet pemerintah baru.

oleh Achmad Dwi AfriyadiDiterbitkan 26 Agustus 2014, 20:54 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada di kisaran 5.150-5.200 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom Global Market PT Bank Permata Tbk , Joshua Pardede mengaku optimis pasca pemilihan umum presiden, perekonomian nasional akan membaik. Hal ini ditunjang oleh dana asing yang bakal masuk ke Tanah Air.

Menurut Joshua, yang menjadi daya tarik para invetor adalah harapan pertumbuhan ekonomi yang bakal membaik mulai kuartal III dan kuartal IV di tahun ini dengan adanya pemerintahan baru.

"Gross Domestic Bruto (GDP) kuartal I dan II melambat, optimis di kuartal III akan meningkat di atas 5 persen," kata dia di Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Dia mengatakan, sinyal pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut melihat perkembangan dari rupiah dan gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Dia menerangkan, semester II tahun 2013 rupiah terkoreksi bahkan sampai mencapai level Rp 12 ribu terhadap dollar Amerika. Lalu, IHSG pada Juni 2013 sempat menyentuh 5.200 namun akibat pengurangan stimulus The Fed  IHSG anjlok ke level 4.200 pada Desember 2013.

"Saat ini IHSG dan rupiah baik, IHSG 5.000 tidak jauh dari fundamental dan nilai tukar Rp 11.400 sampai Rp 11.800," lanjutnya.

Namun demikian, terangnya saat ini para investor asing belum menunjukan performanya. Pasalnya, mereka sedang menunggu susunan kabinet pemerintah baru.

"Saat ini investor masih wait and see karena melihat siapa menduduki jabatan apa," tutur dia. (Amd/Gdn)


*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya