Nasib Malang Paus Langka di Tangan Nelayan Tiongkok

Cai Chengzhu, nelayan Tiongkok, mengaku tidak tahu bahwa ikan yang dibawanya adalah paus hiu langka yang dilindungi.

oleh Aria Sankhyaadi diperbarui 08 Agu 2014, 18:35 WIB
Cai Chengzhu, nelayan Tiongkok, mengaku tidak tahu bahwa ikan yang dibawanya adalah paus hiu langka yang dilindungi.

Liputan6.com, Tiongkok Paus, hewan mamalia bergigi kecil ini masuk ke dalam salah satu jenis hewan yang dilindungi. Namun, berbeda dengan peristiwa yang terjadi di Tiongkok belum lama ini.

 

Seperti yang dilansir dari Dailymail, Kamis (7/8/2014), seekor paus berjenis paus hiu bernasib malang. Paus hiu malang tersebut terlihat sedang berada di sebuah truk berukuran sedang dan dalam keadaan tak bernyawa.

 

Trapped: The endangered mammal had broken into his fishing net and started eating all the fish he had caught

 

Cai Chengzhu, sang pemilik truk tersebut pun akhirnya menjadi sorotan. Ia terlihat membawa paus sepanjang 1,8 meter di atas truknya ketika pergi ke pasar di Shisi di Tiongkok. Selama 1,5 jam ia membawa ikan seberat 2 ton yang ditemukannya ketika melaut itu. Cai mengaku paus itu terjerat jaringnya dan memakan ikan tangkapannya.

 

Valuable: The enormous creatures can live for up to 100 years and weigh around 20 tonnes at full maturity

 

Cai sendiri mengaku tidak tahu bahwa ikan yang dibawanya adalah paus hiu langka yang dilindungi. Hukumnya adalah harus segera melepasnya jika tak sengaja tertangkap. Namun pria asal Xianghzhi, provinsi Fujian, itu mengatakan berpikir untuk menjualnya seharga Rp 18-37 juta.

 

"Makhluk raksasa ini merusak jaringku dan masuk ke dalamnya untuk memakan ikan-ikan yang kutangkap," tutur Cai. "Bisa kalian lihat sendiri masih ada beberapa ikan di mulutnya, tapi dia mati setelah terjerat jaring."

 

"Sayangnya sudah terlambat ketika kami akan melepaskannya. Kami sudah berusaha keras tapi terlanjur mati jadi sayang jika dibuang begitu saja," lanjut pria berusia 48 tahun itu. "Aku bertanya pada petugas pasar ikan dan mereka bilang itu sudah mati ketika ditangkap dan karena itu kami akan menjualnya di sana."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya