BPS Pesimis Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5,5% Tahun Ini

Selama dua kuartal, Indonesia mencatatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

oleh Fiki AriyantiDiterbitkan 05 Agustus 2014, 17:51 WIB
(Foto: Gimni.org)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) akan sulit merealisasikan target pertumbuhan ekonomi yang dipatok 5,5 persen pada akhir tahun ini. Pasalnya selama dua kuartal, Indonesia mencatatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini mencapai 5,1 persen-5,5 persen. Sementara pemerintah menargetkan 5,5 persen pada 2014.

"Perlu kerja keras dan perbaikan untuk mencapai 5,5 persen. Susah sekali merealisasikannya. Kalau 5,3 persen masih bisa rasional," papar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Suhariyanto di Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2014 akan ditopang dari konsumsi rumah tangga yang kuat. Pasalnya momen puasa dan Lebaran belum tercover dalam realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II.

"Pola belanja pemerintah juga akan meningkat, biasanya akan cair semua di kuartal III. Sedangkan ekspor impor saya nggak bisa nebak tergantung pertumbuhan ekonomi di negara maju dan berkembang. Pertumbuhan ekonomi China dan Jepang agak kendor, jadi nggak banyak ekspor," tambah dia.

Terpenting, Suhariyanto menegaskan, pemerintah harus melakukan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Sebab fiskal Indonesia selama ini terbebani anggaran subsidi yang sudah terlampau tinggi.

"Makanya siapapun Presidennya harus dilakukan pengurangan subsidi. Supaya uangnya bisa buat belanja infrastruktur, akses pendidikan dan kesehatan. Kalau semua uang keserap buat BBM, kita nggak punya uang bergerak," tukas dia. (Fik/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya