Sambut Presiden Baru, IHSG Bakal Cetak Rekor Lagi?

Penguatan indeks saham akan terbatas karena sebelumnya pelaku pasar telah mengharapkan kemenangan calon presiden urut nomor dua Joko Widodo.

oleh Agustina Melani diperbarui 22 Jul 2014, 06:20 WIB
Ilustrasi IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Pengumuman hasil penghitungan suara pemilihan Presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinanti pelaku pasar akan mendominasi gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Selasa, (22/7/2014).

Kepala Riset PT Universal Broker Securities, Satrio Utomo menuturkan, gerak IHSG masih berpotensi menguat. Hal itu didukung dari hasil penghitungan suara pemilihan Presiden oleh KPU. Pelaku pasar yang telah mengharapkan kemenangan calon Presiden urut nomor dua Joko Widodo, IHSG tetap menguat walau terbatas.

"Pemodal asing kelihatan cenderung berhati-hati karena mereka menunggu keputusan final dari KPU. Saat ini proses verifikasi masih berlangsung diharapkan proses verifikasi lancar," ujar Satrio, saat dihubungi Liputan6.com.

Satrio memperkirakan, bila keputusan KPU sesuai pasar maka euforia Joko Widodo (Jokowi) akan kembali berlanjut di bursa saham.

"Kemungkinan masih ada peluang euforia Jokowi berlanjut di bursa saham. IHSG akan berada di level resistance 5.150-5.200 dan level support di kisaran 5.100," ujar Satrio.

Sementara itu, Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko menuturkan, optimisme pelaku pasar dengan harapan pihak yang kalah akan menerika hasil KPU memberikan sentimen untuk melakukan pembelian saham secara agresif.

"Hal itu dapat mendorong IHSG melanjutkan reli di atas level tertinggi yang tercapai pada euforia setelah pemilihan Presiden di kisaran 5.145," ujar Yuganur.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Kiswiyo Adi Joe mengatakan, penguatan indeks saham akan terbatas pada Selasa pekan ini. Hal itu mengingat kekuatan indeks saham untuk menguat kencang terbatas karena menjelang libur Lebaran. Ia pun mengatakan, hal senada kalau pergerakan indeks saham akan didominasi hasil pemilihan presiden oleh KPU.

"Bila IHSG tembus 5.200 maka IHSG akan berlari kencang. Tetapi kelihatannya kekuatan berkurang biasanya jelang liburan volume transaksi harian saham kecil," kata Kiswoyo.

IHSG pernah mencapai level rekor tertinggi di kisaran 5.214 pada 20 Mei 2013. Pada 2014, IHSG sempat mencapai kenaikan IHSG tertinggi sekitar 3,2 persen ke level 4.876 pada 14 Maret 2014 didorong sentimen pengumuman Joko Widodo diusung menjadi calon presiden oleh partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. IHSG mencapai level tertinggi di kisaran 5.127 pada 21 Juli 2014 setelah masa kampanye dan pemilihan Presiden.

Rekomendasi Saham

Saat pengumuman pemilihan presiden oleh KPU, Satrio memilih sektor saham properti, perbankan, konstruksi dan batu bara terutama saham berkapitalisasi besar.

"Saham-saham pilihannya ada PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP Tbk (PTPP), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (SMGR), PT Bank Mandiri Tbk(BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Indo Tambang rayamegah Tbk (ITMG)," kata Satrio.

Sedangkan Yuganur memilih saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

"Akumulasi untuk empat saham itu," ujar Yuganur.

Sedangkan Kiswoyo merekomendasikan sell on strenght menjelang libur Lebaran. Hal itu mengingat bursa saham global dapat mempengaruhi laju bursa saham Indonesia libur Lebaran. "Bila harga sahamnya sudah untuk 10 persen lebih baik sell on strenght," kata Kiswoyo.

Rekomendasi Teknikal

Yuganur memilih saham PT Astra International Tbk pada Selasa pekan ini. Menurut Yuganur, saham ASII mulai menunjukkan kekuatan dengan break out di atas konsolidasi menyelesaikan misi menguji level psikologis di atas Rp 8.000.

"Rekomendasi beli dengan trading target Rp 8.000," kata Yuganur.

Ia merekomendasikan entry level pertama Rp 7.700, level kedua Rp 7.650, dan cut loss point Rp 7.575. (Ahm/)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya