Penjual Mukena Pasar Tanah Abang Tuai Untung Berlipat di Ramadan

Perlengkapan shalat mukena ditawarkan dalam berbagai ragam bentuk, warna dan bahan.

oleh Septian DenyDiterbitkan 16 Juli 2014, 11:10 WIB
Perlengkapan shalat mukena ditawarkan dalam berbagai ragam bentuk, warna dan bahan.

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki pertengahan bulan Ramadan, pusat penjualan pakaian Pasar Tanah Abang semakin diserbu masyarakat yang mencari perlengkapan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya, perlengkapan shalat untuk wanita seperti mukena.

Hal pun membawa keuntungan tersendiri bagi para pedagang mukena yang berada di kawasan Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta. Rahma (42), salah satu pedagang mukena yang mengaku mengalami peningkatan omset selama Ramadan ini.

Dia mengatakan, selama bulan puasa ini, omset penjualan mukenanya mengalam kenaikan dari yang biasanya sebesar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per hari, kini melonjak hingga dua kali lipat.

"Selama puasanya memang omset selalu meningkat dibanding hari biasa. setiap tahunnya seperti itu. Selama puasa ini bisa sampai Rp 6 juta per hari, itu rata-rata," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, seperti ditulis Rabu (16/7/2014).

Rahma mengungkapkan, harga yang ditawarkan untuk mukena yang dijualnya pun bermacam-macam tergantung dari jenis bahan dan motif pada mukena tersebut. Untuk jenis bahannya, mulai dari parasut, abutai, katun, roni hingga sutra.

"Harganya tergantung bahan. Misalnya bahan katun mulai dari Rp 75 ribu sampai Rp 150 ribu. Kalau yang paling mahal dari sutra bisa di atas Rp 2 juta. Tapi yang paling laku biasanya katun, karena bahannya kan lumayan dan harganya murah," jelasnya.

Selain dari jenis bahan, harga juga ditentukan oleh motif bordiran atau sulaman yang ada di mukena tersebut. "Kalau yang murah biasanya bordirannya kasar, seperti ada beberapa bordiran dari Tasikmalaya. Kalau yang mahal seperti model sulam tangan dari Padang. Itu jauh lebih halus dan detail. Itu juga banyak dicari orang," kata dia.

Rahma memperkirakan seminggu jelang lebaran jumlah pembeli mukena di pusat grosir tersebut akan semakin meningkat. Hal ini tentunya semakin membawa keuntungan bagi para pedagang.

"Biasanya lebih ramai lagi pas seminggu sebelum lebaran, karena kan minggu terakhir sebelum orang-orang pulang kampung. Mereka biasanya belanja dulu untuk keperluan pas lebaran. Mukena yang baru biasanya disiapkan untuk shalat ied," tandasnya. (Dny/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya