HTI Palu Desak SBY Kirim TNI ke Gaza

Bila masing-masing negara mengirimkan sedikitnya 500 tentara, paling tidak bisa dihimpun 25 ribu tentara dari lebih 50 negara Islam.

oleh M Taufan SP Bustan diperbarui 13 Jul 2014, 21:20 WIB
Bila masing-masing negara mengirimkan sedikitnya 500 tentara, paling tidak bisa dihimpun 25 ribu tentara dari lebih 50 negara Islam.

Liputan6.com, Palu - Sekitar seratus orang yang tergabung dalam Hizbut Tahir Indonesia (HTI) Palu, Sulawesi Tengah, menggelar aksi damai di Bundaran Jalan Hassanuddin, Kelurahan Besusu, Kecamatan Palu Timur. Mereka mengutuk serangan Israel ke Jalur Gaza.

Selain itu, HTI Palu juga mengecam Amerika Serikat dan sekutunya yang mendukung serangan Israel. Maka itu mereka meminta agar semua negara-negara Islam, untuk segera bertindak nyata menghentikan serangan itu, termasuk Indonesia.

"Cara yang paling efektif adalah mengirimkan tentara ke wilayah Jalur Gaza," terang Koordinator Aksi HTI Palu Ismail, Palu, Sulteng, Minggu (13/7/2014).

Menurut Ismail, bila masing-masing negara Islam mengirimkan sedikitnya 500 tentara, paling tidak bisa dihimpun 25 ribu tentara dari lebih 50 negara muslim dunia. Termasuk tentara Indonesia, yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

"Hanya dengan cara ini sajalah rakyat di Jalur Gaza bisa dilindungi dan sekaligus serangan yang dilakukan oleh Israel bisa dihentikan," kata Ismail.

Ismail pun meminta Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) segera untuk mengambil prakarsa penting, bagi terlaksananya pengiriman tentara dari negeri-negeri Islam itu, termasuk TNI.

Sebagai negeri muslim terbesar, kata Ismail, langkah SBY sangat berpengaruh dalam menggerakkan negeri muslim lain, guna mengambil langkah penting yang diperlukan untuk menyelamatkan rakyat di Jalur Gaza.

"Sungguh wilayah Palestina itu tidak akan bisa dibebaskan, kecuali dengan memobilisasi tentara muslim ke sana dan mengusir Zionis Israel dari wilayah Palestina, membebaskan Masjid Al-Aqsa, dan mengembalikan seluruh wilayah Palestina yang diberkahi itu ke dalam pangkuan umat muslim," tandas Ismail.

Serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina sudah hampir sepekan sejak awal Juli. Sedikitnya 150 warga Palestina meninggal, sekitar 1.200 mengalami luka-luka. Korban sebagian besar adalah kaum ibu dan anak-anak.

Memanasnya Israel dan Palestina menyusul peristiwa tewasnya 3 pemuda Israel dan seorang bocah warga Palestina awal Juli lalu.

Sementara pantauan di lokasi unjuk rasa di Palu, aksi yang dikawal ketat aparat polres setempat ini dimulai sekitar pukul 16.30 WITA hingga 17.30 WITA. Aksi ini berjalan dengan tertib hingga selesai. (Ans)

Baca juga:

Israel Sebar Imbauan Warga Gaza Menjauh dari Hamas

Bombardir Gaza, Israel Gunakan Senjata Terlarang

Beragam Cara Masyarakat Indonesia Kecam Serangan Israel

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya