Dilema Surface Mini: Berhenti Sebelum Diproduksi

Meski Microsoft tidak meluncurkan tablet ini berbarengan dengan Surface Pro 3 pada bulan lalu, misteri mengenai Surface Mini terus mengalir.

oleh Andina Librianty diperbarui 07 Jul 2014, 08:00 WIB
Surface Pro 3 (Mashable)

Liputan6.com, Jakarta - Surface Mini adalah salah satu tablet yang banyak diberitakan pada tahun ini. Namun meski Microsoft tidak meluncurkan tablet ini berbarengan dengan Surface Pro 3, misteri mengenai Surface mini terus mengalir.

Dilansir Phone Arena, Senin (7/7//2014), menurut sumber dari sejumlah manufaktur kontrak di Tiongkok, Microsoft menghentikan Surface Mini, di saat tablet itu siap memasuki produksi massal. Padahal saat itu, semua pekerjaan yang berkaitan dengan tablet tersebut telah lengkap, termasuk pengujian produk dan seluruh biaya produksi.

Namun sayangnya, tahap produksi gang dijadwalkan pada Mei lalu tidak terwujud. Sebelum dibatalkan, Surface Mini diprediksi memiliki ukuran layar antara 7,5-8 inci dengan prosesor ARM dan menjalankan sistem operasi (OS) Windows RT 8.1.

Keputusan Microsoft ini kabarnya karena perusahaan tidak terlalu yakin dengan kemampuan Surface Mini bersaing dalam segmen pasar tablet kecil. Hal ini merujuk pada kurangnya fitur unik atau spesifikasi hebat sebagai daya tarik.

Alasan yang sama sebenarnya juga telah pernah berhembus sebelumnya, setelah Surafce Pro 3 meluncur pada bulan lalu. Di luar alasan ini, masih ada latar belakang lain yang menyebabkan Surface Mini batal diproduksi pada Mei.

Microsoft disebut ingin meluncurkan Surface Mini pada akhir 2014, dengan dilengkapi versi sempurna dari Office untuk layar sentuh. Office diklaim akan menjadi 'fitur pembunuh' yang membedakannya dengan tablet-tablet lain.

Meski produksinya sempat dibatalkan, Surface Mini diyakini tidak akan dibuang begitu saja oleh Microsoft. Dengan demikian, memulai kembali produksi dinilai bukan hal mustahil.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya