Liputan6.com, Jakarta Oleh: Taufiqurrahman
Pemerintah telah memutuskan 1 Ramadan jatuh pada 29 Juni 2014. Puasa wajib bagi umat muslim pun tiba. Salah satu kawasan elite di Jakarta Selatan, Kemang terlihat tak seperti biasanya. Daerah yang selalu ramai saat malam tiba ini kini lebih sepi.
Kemang yang dikenal dengan nama 'Balinya Jakarta' itu terlihat jauh dari keramaian. Pengunjung dari warga negara asing yang biasanya ramai, kini ikut menghormati bulan suci Ramadan. Bahkan, belasan bar dan diskotik yang setiap malam penuh muda-mudi kini terkunci rapat tanpa penerangan sedikitpun.
"Iya setiap bulan ramadan tiba tutup diskotik. Semuanya (diskotik). Mulai malam Minggu ini tutupnya," kata Jaja (50), pedagang rokok sekitar Kemang kepada Liputan6.com, Minggu (29/6/2014) dini hari.
Pantauan Liputan6.com, kios rokok Jaja yang berada di antara beberapa diskotik dan bar ini pun sepi pembeli. Jaja yang sudah hampir 20 tahun berdagang di lokasi itu berujar, semua tempat hiburan malam di Kemang tutup hingga 30 hari kedepan.
Mobil-mobil mewah yang setiap akhir pekan malam memadati kawasan tersebut, juga tak tampak satu pun. Biasanya, kawasan ini setiap akhir pekan sudah macet sejak pukul 22.00 WIB, dikarenakan ramainya pengunjung tempat hiburan malam dan parkir kendaraan yang melebar ke sisi-sisi jalan Kemang Raya.
"Iya full 1 bulan tutup, nggak ada yang buka. Mungkin menghormati bulan suci ya, ya setiap tahunnya memang begitu kalau Ramadan tutup semua diskotiknya," ujarnya.
Pria asli Kuningan, Jawa Barat ini mengungkapkan suara hentakan yang berasal dari dalam diskotek yang biasanya terdengar hingga ke jalan raya, sudah berganti dengan suara orang-orang yang membaca al-quran dari masjid dan musala sekitar Kemang.
"Sekarang kalau malam suaranya tadarusan (orang membaca Alquran)," tutup Jaja.
Advertisement