Tips Agar Karyawan Tak Resign saat Restrukturisasi Perusahaan

Restrukturisasi seharusnya dianggap sebagai sebuah tantangan bagi pemiliknya.

oleh Achmad Dwi Afriyadi diperbarui 24 Jun 2014, 03:15 WIB

Liputan6.com, New York - Sebuah perusahaan pasti akan melakukan perubahan agar bisa terus berkembang. Restrukturisasi bisnis kadang dilakukan agar bisa bertahan dari persaingan yang semakin ketat.

Namun, restrukturisasi sistem operasi atau sistem kerja yang dilakukan oleh perusahaan bisa membuat kenyamanan yang dimiliki oleh karyawan terganggu. Bagi beberapa karyawan, restrukturisasi bisa membuat mereka tak tahan dan memilih untuk menyingkir.

Felicity Long, Kepala Media Lembaga Riset Media Carat, salah satu anak perusahaan dari Dentsu Aegis Network, menjelaskan restrukturisasi bisnis merupakan bagian yang tak terpisahkan dari setiap usaha. Oleh sebab itu, restrukturisasi seharusnya dianggap sebagai sebuah tantangan bagi pemiliknya.

"Semua bisnis perlu melakukan perubahan dan saya percaya jika fondasi benar, maka Anda dapat mempertahankan banyak orang," kata dia seperti dikutip dari Forbes (22/6/2014).

Ia melanjutkan, saat ini cukup banyak tersedia lapangan pekerjaan. Para pekerja bisa keluar dan mencari pekerjaan lain. Namun, menjaga karyawan agar bisa bertahan lebih baik dan lebih penting ketimbang mencari pekerja baru.

Untuk itu, diperlukan sebuah strategi agar para pekerja bertahan dalam menghadapi perubahan dalam sebuah perusahaan Berikut, tips yang ditawarkan oleh Long agar pekerja merasa kerasan di tempat mereka bekerja.

1. Lihatlah Tim Secara Keseluruhan

Jika anda seorang pengusaha sudah pasti akan mencari pegawai dengan kriteria sebaik mungkin. Namun Anda mesti sadar, setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Anda mencari pekerja tidak untuk sehari saja, akan tetapi untuk perusahaannya ke depannya. Maka dari itu Anda mesti pandai menempatkan orang-orang tersebut. "Anda mesti mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing individu yang bekerja di situ,"kata Long.

2. Aktif Mendorong dan Memberikan Pengembangan

Dalam lingkungan yang sibuk, sering kali Anda tak memperhatikan kebutuhan para pekerja. Padahal dalam lingkungan bisnis itu penting. Oleh karena itu, perlu bagi Anda memberikan sebuah pelatihan atau hal-hal baru yang menyenangkan untuk meningkatkan kinerja tim.

3.  Penghargaan  yang Cukup

Gaji merupakan persoalan yang serius bagi pekerja. Perilaku pekerja pun berbeda-beda. Misal kebutuhan antara pekerja yang punya anak dan yang belum memiliki pun akan berbeda. Oleh karena itu, Anda mesti sering mendengarkan keluhan mereka dan melakukan pembicaraan secara teratur.

Kuncinya adalah Anda mesti masuk ke dalam posisi mereka. Anda harus melakukan tinjauan soal gaji tersebut dengan melihat alasannya. Apabila Anda melakukannya dengan baik, maka Anda berinvestasi terhadap usaha sendiri.

4. Jadilah Pemimpin yang Otentik

Long mengatakan, banyak orang dapat menjaga hubungan mereka di luar pekerjaan tetapi tidak mampu menjaga hubungan mereka saat di kantor. Lanjutnya, yang terjadi banyak orang kecewa karena perbedaan sikap ini. "Saya sering menemuinya, ini ironis," kata dia.

Dia mengatakan sikap asli seorang pemimpin itu sangat penting. Namun kesenjangan antara diri Anda sebenarnya dan siapa Anda di tempat kerja tak harus ada. Anda cukup melakukan apa yang harus dilakukan. "Jika Anda mendapatkan dasar yang tepat, anda akan mudah mengelola perubahan," tukas dia. (Amd/Gdn)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya