The Dance Company Nyaris Bubar

Pada awal terbentuk, The Dance Company tak direncanakan untuk menjadi band serius.

oleh Julian Edward diperbarui 03 Jun 2014, 18:10 WIB
Ariyo, Pongky, Nugie dan Baim meluncurkan album terbaru mereka berjudul "Happy Together" (Liputan6.com/Faisal R Syam).

Liputan6.com, Jakarta Pongky Barata buka-bukaan soal hal-hal yang pernah dialami selama menjadi personel band The Dance Company (TDC). Dibeberkan Pongky, band yang beranggotakan dirinya, Nugie, Aryo Wahab dan Baim itu sempat nyaris bubar pada 2009.

"Nggak ada yang menyangka kalau band ini bisa berjalan selama enam tahun. Sedikit rahasia, tadinya pas kami mau launching album perdana di tahun 2009, lima menit setelah launching kami mau bilang kalau band ini bubar," ungkap Pongky di kantor I-Radio, Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014).

Pongky mengakui, TDC awalnya memang tidak diprediksi sebagai band jangka panjang. Kala itu, mereka berempat hanya menyalurkan aspirasi bermusik yang dikemas dalam sebuah album.

"Tapi sebelum rilis album justru banyak tawaran job masuk. Iklan juga. Ya sudah kami pikir kenapa nggak dilanjutkan saja sampai sekarang," imbuh Pongky.

Sejauh ini, TDC telah merilis tiga album yaitu The Dance Company (2009), Anak Indonesia (2010) dan Happy Togehter (2014). Empat pria ini juga eksis mengiklani beberapa iklan komersial. Mereka membuka tips mengapa band ini bisa sukses dan langgeng.

"Soalnya kami tidak memaksakan sebuah aliran musik. Kalau mau bikin lagu, ya sudah bikin saja, nanti kalau sudah jadi baru tahu alirannya apa. Jadi semuanya suka," kata Nugie.

"Makanya, kalau ditanya aliran kita apa. Kami jawab aliran kami ya kebahagiaan. Karena semua senang membawakannya," timpal Aryo. (Jul/fei)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya