Pengunjuk Rasa Saling Serang Capres di Bundaran HI

Pengunjuk rasa menuding Jokowi telah menyelewengkan, merusak dan mencemari ajaran politik Bung Karno yang luhur.

oleh Liputan6 diperbarui 14 Mei 2014, 02:07 WIB
(Foto: Achmad Dwi Afriyadi/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Saling serang para calon presiden (capres) melalui unjuk rasa makin kerap dilakukan oleh elemen mahasiswa dan masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Nasional Bung Karno di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Selasa (13/5/2014), massa menolak pengusungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai capres.

Pengunjuk rasa menuding Jokowi telah menyelewengkan, merusak dan mencemari ajaran politik Bung Karno yang luhur. Ia dinilai hanya berkedok nasionalis dan bersembunyi di balik PDI Perjuangan.

Anggapan tersebut muncul akibat banyaknya ketidakberesan Jokowi dalam memimpin Jakarta. Salah satunya soal pengadaan ratusan bus gandeng Transjakarta dan BKTB yang dinilai terdapat praktik korupsi.

Di lokasi yang sama dan hanya berjarak beberapa meter, elemen masyarakat dari korban nasabah Bakrie Life juga menggelar unjuk rasa. Aksi tersebut dilakukan agar Aburizal Bakrie (ARB) sebagai pemilik perusahaan segera membayar hak nasabah.

ARB dituntut membayarkan kekurangan klaim asuransi ratusan nasabah di seluruh Indonesia senilai Rp 150 miliar. Mereka menilai ARB telah menggunakan dana para nasabah untuk biaya pencapresan dirinya di tahun 2009 dan 2014. sehingga membuat para nasabah rugi. (Ans)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya