Konsumsi Sayuran Mentah, Pilih Organik atau Hidroponik?

Konsumsi sayuran mentah tengah menjadi tren di kalangan masyarakat modern.

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 25 Apr 2014, 16:00 WIB

Liputan6.com, Jakarta Konsumsi sayuran mentah tengah menjadi tren di kalangan masyarakat modern. Bila Anda salah satu pelakunya, ada baiknya untuk memilih mengonsumsi sayuran organik ketimbang sayuran yang tumbuh subur dengan metode bercocok tanam lainnya.

Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Dr. Tirta Prawita Sari, MSc mengatakan tingkat keamanan tanaman organik sudah terjamin mutunya. Terlebih dari proses penanamannya, tanaman jenis organik tidak menggunakan pupuk kandang dan semprotan pestisida.

"Keamanan sudah jelas yang organik, ya. Ini cocok dikonsumsi bagi mereka yang suka makan salad, karedok, lalapan, dan makanan mentah lainnya," kata Dr. Tirta menjelaskan saat dihubungi Health Liputan6.com, Jumat (25/4/2014)

Untuk tanaman jenis lain terlebih tanaman yang berasal dari metode hidroponik, kata Tirta menambahkan, dilihat dulu bagaimana prosesnya sampai tanaman itu tumbuh. Bila menggunakan nutrisi yang tergolong organik, maka manfaatnya akan sama.

"Tapi kalau yang tidak, yang sudah jelas menggunakan pestisida, harus diperhatikan dengan benar. Meski ada yang larut air, tapi tidak 100 persen," kata dia menambahkan.

Tirta menekankan, meski sayuran organik sudah terjamin keamanan dan kesehatannya, bukan berarti sayuran itu dicuci asal-asalan. Memang, sayuran organik tidak menggunakan pestisida, tapi tetap sayuran itu ada kuman atau bakteri di dalamnnya.

"Apa pun jenisnya, cucinya jangan asal-asalan. Apalagi organik. Ya, walaupun tidak menggunakan pestisida, tetap saja ada bakteri yang harus diwaspadai," kata Tirta menerangkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya