Bursa Asia Menghijau, Indeks S&P Cetak Rekor Lagi

Bursa saham Asia bergerak menguat dengan indeks saham MSCI Asia Pacific naik 0,1% pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 03 April 2014, 08:26 WIB
Bursa saham Asia bergerak menguat dengan indeks saham MSCI Asia Pacific naik 0,1% pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Liputan6.com, Tokyo Bursa saham Asia bergerak menguat dengan indeks saham regional mengalami reli terpanjang pada 2014. Hal itu seiring Yen diperdagangkan melemah mendekati level terendah dalam dua bulan ini.

Pada perdagangan saham, Kamis (3/4/2014), indeks saham acuan regional MSCI Asia Pacific naik 0,1% pada pukul 09.45 waktu Tokyo. Indeks saham Jepang mendorong kenaikan indeks saham acuan regional ini.

Indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,4% ke level 15.009,18. Hal ini diikuti dengan indeks saham Jepang Topix naik 0,3% ke level 1.214,85 pada awal perdagangan saham.

Yen bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Saat ini Yen berada di 103.87 per dolar AS setelah lima hari melemah. Pelemahan mata uang ini juga diikuti Won Korea Selatan yang melemah 0,2%. Lalu Ringgit Malaysia turun 0,2%. Adapun indeks saham Korea Selatan Kospi juga turut menguat 0,1%. Indeks saham Australia naik 0,1%.  

Sejumlah pengumuman data ekonomi terutama dari Eropa akan menjadi fokus perhatian pelaku pasar. Bank sentral Eropa diperkirakan mempertahankan suku bunga pada level rendah.

Berdasarkan survei Bloomberg, pimpinan bank sentral Eropa akan tetap mempertahankan suku bunga di level 0,25%. Selain itu, rilis data jasa industri dari China, India dan Amerika Serikat juga ditunggu pelaku pasar.

"Di China kondisinya masih tenang, dan saat ini pelaku pasar mulai membicarakan hal lebih positif terutama potensi stimulus. Selain itu, ekonomi Eropa dan AS terus pulih setelah kondisi ekonominya bergejolak beberapa tahun ini. Secara keseluruhan pekerjaan dan aktivitas ekonomi terus meningkat," tutur Angus Gluskie, Managing Director White Funds, seperti dikutip dari laman Bloomberg.

Pemerintah China akan menjual obligasi senilai US$ 24 miliar untuk mendanai pembangunan kereta api di daerah yang kurang berkembang. Selain itu, pemerintah China juga akan memperpanjang kebijakan pajak prefensial kepada perusahaan-perusahaan lebih kecil.

Penutupan Wall Street

Bursa saham AS pun ditutup melonjak dengan indeks saham S&P 500 mencetak rekor tertinggi pada perdagangan saham Rabu (Kamis pagi).

Indeks saham Dow Jones menguat 40,39 poin ke level 16.573, atau naik 0,24%. Indeks saham S&P 500 menguat 5,38 poin ke level 1.890,90 atau naik 0,29%. Sementara itu, indeks saham Nasdaq naik tipis 9,41 poin ke level 4.276,45.

Volume perdagangan saham mencapai 6,2 miliar saham di bursa saham AS. Angka ini di bawah sedikit rata-rata perdagangan saham sekitar 6,5 miliar saham.

Penguatan indeks saham acuan AS ini didukung dari tanda-tanda stabil dari perekrutan pekerja sektor swasta. Hal ini ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi semakin positif setelah musim dingin.

Pelaku pasar juga fokus menjelang data tenaga kerja pada Jumat pekan ini. Data ini menjadi salah satu indikator utama ekonomi yang banyak menarik perhatian.

"Pelaku pasar mengantipasi menjelang laporan itu," ujar Bucky Hellwig, Senior Vice President BB&T Welath Management.

Sementara itu, delapan sektor saham menguat dari 10 sektor saham di indeks S&P 500. Penguatan sektor saham dipimpin oleh sektor saham consumer discreationary yang naik 0,7%.

Saham MannKind Corp melonjak 73,9% ke level US$ 6,99. Penguatan indeks saham ini setelah pejabat kesehatan AS merekomendasikan persetujuan inhalasi obat diabetes perusahaan. Sedangkan saham yang mengalami penurunan antara lain saham Delta Airlines merosot 0,1% menjadi US$ 35,70. Saham Apollo Education Group Inc anjlok 8,8% ke level US$ 32,06.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya