Stres Ujian Matematika, Remaja India Bunuh Diri

Remaja 16 tahun itu ditemukan gantung diri di balkon apartemennya setelah menghadapi ujian Matematika

oleh Rizki Gunawan diperbarui 06 Mar 2014, 10:53 WIB
Remaja India 16 tahun gantung diri (Emirates247)

Liputan6.com, Dubai- Seorang remaja 16 tahun asal India dan tengah menjalani pendidikan SMA di Dubai, Uni Emirat Arab, mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Ia ditemukan gantung diri di balkon apartemennya setelah menghadapi ujian matematika CBSE.

Baru-baru ini ditemukan catatan dalam sebuah kertas yang ditengarai sebagai curahan isi hatinya saat hendak menghadapi ujian matematika. "Hidup begitu membosankan dan tak jelas," curhat remaja berinisial AS itu, seperti dimuat Emirates247, Rabu (6/3/2014). Catatan itu diketahui ditulis pada 25 Februari 2014.

Dalam laman New Delhi Television (NDTV), remaja itu dilaporkan stres karena gagal meraih nilai standar dalam ujian matematika. Pemuda itu bunuh diri saat hendak mengikuti ujian matematika kedua atau remedial.

Sumber keluarga kepada Emirates247 pun membenarkan bahwa AS mengalami stres berat. Keluarga menyimpulkan kondisi tersebut setelah menemukan catatan curhat dari AS baru-baru ini. "Catatan itu membuktikan bahwa dia stres," kata sumber itu.

Pihak sekolah mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait kematian AS. Namun sekolah saat ini telah menanyakan bagaimana kondisi terakhir AS kepada guru konseling.

Para teman dan kerabat dilaporkan telah berkumpul di rumah duka AS di Dubai dan tempat pembalseman di Sonapur. Remaja itu kemudian akan dikremasi di India.

Di mata keluarga, AS dikenal sebagai sosok seniman. Ia jago melukis dan hasil karya dari remaja itu menghiasi kamar apartemennnya. "Ayah dia juga seniman dan penulis buku terkenal. AS menuruni bakat ayahnya," ujar seorang tetangga.

Atas kejadian ini, psikolog setempat Salam Omasshery mengatakan, kasus pelajar bunuh diri karena stres ujian kerap terjadi di India. Karenanya, ia mengimbau para orangtua dan guru untuk memperhatikan anak-anak.

"Setiap stres, remaja mengungkapkannya lewat bahasa tubuh dan perilaku aneh. Bisa juga lewat tulisan atau gambar. Dalam hal ini, guru perlu memperhatikan sehingga bunuh diri bisa dihindari," ujar Salam. (Elin Yunita Kristanti)

 Baca juga:

Pria Bersenjata Tembaki Pengadilan, 11 Pengacara dan Hakim Tewas

Tembaki 5 Rekan Hingga Tewas, Tentara India Stres?

Barack Obama Undang Dalai Lama ke Gedung Putih, China Marah

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya