Klonthong Jengglur, Dari Desa Menuju Istana

Desa memang tempat lahir kami, di sebuah desa di salah satu kabupaten di Jawa Timur, Pacitan.

oleh Karmin Winarta diperbarui 26 Feb 2014, 14:28 WIB
Desa memang tempat lahir kami, di sebuah desa di salah satu kabupaten di Jawa Timur, Pacitan.

Liputan6.com, Pacitan Desa memang tempat lahir kami, di sebuah desa di salah satu kabupaten di Jawa Timur, Pacitan. Pacitan yang merupakan kabupaten di sudut selatan-barat Jawa Timur mempunyai luas wilayah 1.389,87 km2 merupakan tanah kelahiran Presiden RI saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono. Dan di sinilah kisah itu berawal, dari sebuah desa yang melahirkan tekad untuk melangkah menuju istana.

Setiap orang memiliki cita-cita, dan cita-cita inilah yang ada di benak Guru Seni di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Adi Peni. Melalui bidang yang ia geluti (bersama sang suami, Edi Suwito) ia bermimpi untuk melangkah menuju Istana Negara dengan karyanya.

Menilik Hukum Termodinamika yang menyebutkan bahwa tak pernah ada efektivitas kerja hingga 100%. Hal ini berimbas pada setiap kerja kita, jika ingin memperolah hasil 100, maka nilai kerja kita harus melampaui angka ekspektasi tersebut. Hal ini yang mengilhami pasangan suami-istri untuk terus berkarya. Melalui sanggar tari yang mereka bina bersama, “Edi Peni”, karya mereka makin berkibar dan makin membentangkan jalan menuju Istana Negara.

Adalah Tari Klonthong Jengglur, karya mereka berdua dengan menggandeng para seniman tari se-kabupaten Pacitan dan Bapak M. Kasim sebagai penata musik. Tari ini yang akan mengantarkan cita-cita mereka melenggang ke Istana Negara akan menjelma nyata. Tari yang di-launching pada Puncak Perayaan Ulang Tahun Pacitan ke-269, 19 Februari 2014 lalu di Alun-alun Pacitan.

Tari Klonthong Jengglur merupakan tari yang menyajikan gambaran tentang aktivitas warga Pacitan yang kaya akan sumber daya alam. Tari ini menggunakan “klonthong” yang biasanya diikatkan di leher sapi sebagai properti utama, selain itu tari ini dilengkapi dengan properti lain seperti tiruan daun pisang, umbul-umbul, keranjang rumput dan sarung. Properti-properti tersebut membuat penampilan tari yang dibawakan oleh 100 penari ini begitu rancak dengan iringan 50 pengrawit (pemusik, red).

“Rencananya kami akan membawa 300 penari dan 100 pengrawit Agustus mendatang ke Istana Negara. Mohon doanya!”, tutur Edi Suwito sebagai kepala rombongan.Mari kita doakan agar karya Pacitan ini sukses di acara-acara mendatang. (kw)

Penulis:

Priyambodo

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

Mulai Kamis, 20 Februari 2014 sampai dengan 6 Maret 2014, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan "Pekerjaan Impian". Ada merchandise eksklusif dari Liputan6.com bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.

Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

Mulai Kamis, 20 Februari 2014 sampai dengan 6 Maret 2014, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan "Pekerjaan Impian". Ada merchandise eksklusif dari Liputan6.com bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini. - See more at: http://news.liputan6.com/read/835965/mfs-kampanyekan-handmade-dan-craft-di-yogyakarta#sthash.XYHmCiZT.dpuf
Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

Mulai Kamis, 20 Februari 2014 sampai dengan 6 Maret 2014, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan "Pekerjaan Impian". Ada merchandise eksklusif dari Liputan6.com bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini. - See more at: http://news.liputan6.com/read/835965/mfs-kampanyekan-handmade-dan-craft-di-yogyakarta#sthash.XYHmCiZT.dpuf
isclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

Mulai Kamis, 20 Februari 2014 sampai dengan 6 Maret 2014, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik dengan "Pekerjaan Impian". Ada merchandise eksklusif dari Liputan6.com bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini. - See more at: http://news.liputan6.com/read/835965/mfs-kampanyekan-handmade-dan-craft-di-yogyakarta#sthash.XYHmCiZT.dpuf

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya