Liputan6.com, Ogan Komiring Ulu: Kondisi Lapangan Terbang Perintis Danau Ranau di Kabupaten Ogan Komiring Ulu, Sumatra Selatan, kian memprihatinkan. Karena, sejak awal pembangunan proyek itu telah mengundang kontroversi dan terkesan dipaksakan. Demikian pantauan SCTV di Kabupaten Ogan Komiring Ulu, baru-baru ini.
Lapangan terbang itu diresmikan Menteri Dalam Negeri (saat itu) Yogie S. Memet, 12 Oktober 1995. Namun, setelah tak lagi di singgahi pesawat kawasan seluas 56 hektare ini berubah menjadi lapangan rumput. Sementara sarana gedung dan peralatan navigasi yang ada raib. Sebenarnya, pembangunan Lapangan Terbang Danau Ranau ini ditujukan untuk pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah setempat. Karena itu, Pemda setempat tengah berupaya menarik investor datang ke daerah tersebut. Misalnya, dengan memanfaatkan momentum Festival Danau Ranau Tahun besok. Diharapkan dengan masuknya investor, Lapangan Terbang Danau Ranau dapat berfungsi kembali dan berdampak positif bagi Pemda serta masyarakat setempat.(ORS/Ajmal Rokian)
Lapangan terbang itu diresmikan Menteri Dalam Negeri (saat itu) Yogie S. Memet, 12 Oktober 1995. Namun, setelah tak lagi di singgahi pesawat kawasan seluas 56 hektare ini berubah menjadi lapangan rumput. Sementara sarana gedung dan peralatan navigasi yang ada raib. Sebenarnya, pembangunan Lapangan Terbang Danau Ranau ini ditujukan untuk pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah setempat. Karena itu, Pemda setempat tengah berupaya menarik investor datang ke daerah tersebut. Misalnya, dengan memanfaatkan momentum Festival Danau Ranau Tahun besok. Diharapkan dengan masuknya investor, Lapangan Terbang Danau Ranau dapat berfungsi kembali dan berdampak positif bagi Pemda serta masyarakat setempat.(ORS/Ajmal Rokian)