Liputan6.com, Jakarta: Gatal-gatal hingga sesak napas tentu tak mengenakkan buat para penderita alergi. Biasanya, obat antialergi pun menjadi pilihan terdepan. Tapi, sekarang tidak lagi. Sebab ada metoda menyembuhkan alergi yang menggunakan darah si pasien sendiri. Namanya autohemotherapy. Demikian penjelasan praktisi autohemotherapy dr Titi Moertolo, baru-baru ini, di Jakarta.
Menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta itu, sebenarnya alergi adalah reaksi berlebihan dari tubuh terhadap benda atau kondisi tertentu, dan disebut faktor allergen. Faktor tersebut bisa berasal dari jenis makanan tertentu, debu, hingga suhu udara yang terlampau dingin. Reaksi yang muncul berupa gatal-gatal pada kulit atau sesak nafas.
Reaksi ini bisa hilang bila pertahanan tubuh terhadap faktor alergen meningkat. Cara meningkatkan daya tahan tubuh itu, tambah Titi, bisa dengan minum berbagai vitamin atau obat-obatan. Namun belakangan, ada cara lain yang disebut autohemoterapy.
Autohemoterapy adalah pengobatan dengan menggunakan darah pasien sendiri. Pengobatan tersebut, menurut dokter yang telah melaksanakan terapi ini sejak 30 tahun silam itu, sangat murah dan terbukti efektif menyembuhkan reaksi alergi seseorang, hingga sembuh total, alias dijamin tak pernah kambuh lagi. Terapi dilakukan dengan mengambil sekitar dua sentimeter kubik (cc) darah pasien dari pembuluh vena. Lantas, darah tadi disuntikkan kembali ke otot bagian dalam atau intra maskular si pasien.
Selama terapi berjalan, sebaiknya pasien tidak menggunakan obat-obatan antialergi. Sebab hal itu bertentangan dengan proses autohemoterapy. Pasien pun diharuskan disiplin menjalankan terapi sesuai waktu yang dijadwalkan. Diperkirakan, dalam enam kali pengobatan yang rutin dilaksanakan, daya tahan pasien dijamin meningkat atau bahkan tak mengidap alergi lagi.
Sepanjang pengalaman, Titi menjamin tidak ada efek samping negatif yang timbul dari terapi ini. Namun bila saja alergi disebabkan faktor kejiwaan, Titi meragukan pola penyembuhan dengan cara ini.(BMI/Mira Permatasari dan Dony Indradi)
Menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta itu, sebenarnya alergi adalah reaksi berlebihan dari tubuh terhadap benda atau kondisi tertentu, dan disebut faktor allergen. Faktor tersebut bisa berasal dari jenis makanan tertentu, debu, hingga suhu udara yang terlampau dingin. Reaksi yang muncul berupa gatal-gatal pada kulit atau sesak nafas.
Reaksi ini bisa hilang bila pertahanan tubuh terhadap faktor alergen meningkat. Cara meningkatkan daya tahan tubuh itu, tambah Titi, bisa dengan minum berbagai vitamin atau obat-obatan. Namun belakangan, ada cara lain yang disebut autohemoterapy.
Autohemoterapy adalah pengobatan dengan menggunakan darah pasien sendiri. Pengobatan tersebut, menurut dokter yang telah melaksanakan terapi ini sejak 30 tahun silam itu, sangat murah dan terbukti efektif menyembuhkan reaksi alergi seseorang, hingga sembuh total, alias dijamin tak pernah kambuh lagi. Terapi dilakukan dengan mengambil sekitar dua sentimeter kubik (cc) darah pasien dari pembuluh vena. Lantas, darah tadi disuntikkan kembali ke otot bagian dalam atau intra maskular si pasien.
Selama terapi berjalan, sebaiknya pasien tidak menggunakan obat-obatan antialergi. Sebab hal itu bertentangan dengan proses autohemoterapy. Pasien pun diharuskan disiplin menjalankan terapi sesuai waktu yang dijadwalkan. Diperkirakan, dalam enam kali pengobatan yang rutin dilaksanakan, daya tahan pasien dijamin meningkat atau bahkan tak mengidap alergi lagi.
Sepanjang pengalaman, Titi menjamin tidak ada efek samping negatif yang timbul dari terapi ini. Namun bila saja alergi disebabkan faktor kejiwaan, Titi meragukan pola penyembuhan dengan cara ini.(BMI/Mira Permatasari dan Dony Indradi)