TNI AL Bareng Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Gelar Bakti Sosial

TNI AL bekerjasama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kemendukbangga BKKBN menggelar bakti sosial bertajuk 'Serbuan Maritim Koarmada RI'.

oleh Tim NewsDiperbarui 23 Juli 2025, 00:23 WIB
TNI AL bekerjasama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kemendukbangga BKKBN menggelar bakti sosial bertajuk 'Serbuan Maritim Koarmada RI'. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) bekerjasama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kemendukbangga BKKBN menggelar bakti sosial bertajuk 'Serbuan Maritim Koarmada RI' di TPI Muara Angke, Jakarta Utara (Jakut), Senin (21/7/2025).

CEO PT Cakra Daya Makmur Livienne Russellia menjelaskan, dalam acara tersebut, PT Cakra Daya Makmur juga ikut memberikan kontribusi mendukung pelaksanaan bakti sosial yang digagas Koarmada RI.

Dia mengatakan, beberapa program bakti sosial yang digelar dalam acara ini, di antaranya khitanan massal untuk 1.000 orang, donor darah, pengobatan gratis untuk dan pemeriksaan mata serta pemberian kacamata gratis.

"Support dari kami, memberikan santunan kepada anak yatim piatu, makanan untuk para pendonor darah dan juga snack," kata Livienne.

Dia mengatakan, mendukung kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian menyejahterakan nelayan Indonesia dan menjaga lingkungan laut.

"Kami selalu berkomitmen untuk mendukung penuh program-program bakti sosial, kegiatan kali ini kami ingin menyejahterakan nelayan Indonesia," ucap Livienne.

Menurut dia, kolaborasi PT Cakra Daya Makmur dengan TNI AL bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam melakukan aktifitas sosial ini disambut antusias oleh masyarakat nelayan di Muara Angke dalam rangka menurunkan angka stunting, meningkatkan kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui pemberian bantuan, serta dukungan kepada masyarakat nelayan yang membutuhkan.

"Apa yang mereka butuhkan dan apa yang perlu kita bantu, karena kemanusiaan tidak mengenal waktu, kapanpun kita harus selalu siap membantu sesama," terang Livienne.

Kegiatan program bakti sosial 'Serbuan Maritim Koarmada RI' dihadiri Kepala Staf Koarmada RI Laksda TNI Eko Wahjono mewakili Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata.

 

Gagalkan Penyelundupan 2 Ton Narkoba, Panglima Berikan Kenaikan Pangkat ke 9 Prajurit TNI AL

Panglima TNI yang baru Jenderal TNI Agus Subiyanto (kiri) menerima bendera Panji TNI Tri Dharma Eka Karma dari pejabat lama Laksamana TNI Yudo Margono saat Upacara Serah Terima Jabatan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (22/11/2023). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan penghargaan dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada prajurit TNI Angkatan Laut yang berjasa menggagalkan penyelundupan lebih dari 2 ton narkoba di wilayah Kepulauan Riau.

Acara penghargaan tersebut digelar di Geladak Helly KRI Bung Karno (369), Rabu 4 Juni 2025.

Sebanyak 16 prajurit menerima apresiasi atas dedikasi mereka dalam operasi tersebut. Dari jumlah itu, 7 prajurit diprioritaskan untuk mengikuti pendidikan lanjutan, sementara 9 lainnya mendapatkan KPLB sebagai bentuk penghargaan atas keberanian mereka.

Dalam sambutannya, Panglima TNI menekankan pentingnya memberikan penghargaan atas prestasi luar biasa yang ditunjukkan prajurit di lapangan.

"Semua orang berhak mendapatkan penghargaan apabila dia berprestasi, jadi memang sepatutnya, prajurit-prajurit yang berprestasi itu diberikan reward. Saya menghimbau kepada seluruh satuan, ada yang berhasil saya berikan, itu adalah hak kalian," kata Panglima TNI Agus dalam keterangannya.

 

DPR Minta Bongkar Jaringan hingga Otak Pelaku

BNN bekerja sama dengan Bea Cukai, TNI AL, dan Polri menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 2 ton di perairan Batam, Kepulauan Riau. Jumlah barang bukti dari penungkapan ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Terkait hal itu, Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi, mengapresiasi keberhasilan Desk Pemberantasan Narkoba tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi tangkapan terbesar sepanjang sejarah.

"Saya mengapresiasi hasil kerja luar biasa dari seluruh tim di Desk Pemberantasan Narkoba," kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (2/62025).

Aboe mencatat, dua ton sabu yang disita setara dengan menyelamatkan delapan juta jiwa anak bangsa dari potensi penyalahgunaan narkoba.

"Setiap gram narkoba yang berhasil disita adalah langkah besar dalam melindungi generasi penerus bangsa," jelas Politikus PKS ini.

Aboe mendorong agar penegak hukum tidak berhenti sampai pada penyitaan barang bukti saja. Ia meminta agar pengembangan kasus dilakukan melalui analisis transaksi keuangan yang berkaitan dengan pengiriman sabu tersebut.

"Analisis keuangan sangat penting untuk mengungkap jaringan pelaku hingga ke otak di balik operasi ini. Kita harus bongkar tuntas siapa saja yang terlibat, baik di dalam maupun luar negeri," minta Aboe.

Aboe meyakini, perang terhadap narkoba tidak hanya menyasar pelaku lapangan, tetapi juga mampu menghancurkan sistem dan jaringan keuangan yang menopang aktivitas ilegal tersebut.

Maka dari itu, dia berharap para aparat penegak hukum lintas institusi dan lembaga bisa terus bersinergi agar Indonesia bisa terbebas dari ancaman narkoba.

"Keberhasilan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antar lembaga dalam memberantas peredaran gelap narkoba di Indonesia," dia menandasi.

Infografis Siap-Siap Personel TNI Polri Bisa Isi Jabatan ASN. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya