Edmund Hillary, Penakluk Puncak Everest Wafat

Penyebab meninggalnya Sir Edmund Hillary tidak diumumkan. Yang terang, Hillary telah menderita sakit selama beberapa waktu. Media setempat pun melaporkan sang pendaki legendaris menderita radang paru-paru.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Januari 2008, 10:43 WIB

Liputan6.com, Wellington: Pendaki legendaris Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru meninggal dunia dalam usia 88 tahun. "Pendaki gunung, petualang dan pilantropis legendaris itu adalah orang Selandia Baru yang sangat terkenal yang pernah hidup. Tapi yang paling penting ia adalah seorang Kiwi sejati," kata Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark, Jumat (11/1), ketika mengumumkan wafatnya Hillary.

Hillary mendaki gunung tertinggi di dunia itu pada tahun 1953. Setelah pendakian tersebut, ia mengatakan pada rekan-rekannya: "Kami telah taklukkan gunung itu." Ketika itu, ia yang bersama seorang sherpa Nepal, Tenzing Norgay, menjadi kelompok pertama menaklukkan puncak Everest.

Adapun penyebab meninggalnya Hillary tidak diumumkan. Yang terang, Hillary telah menderita sakit selama beberapa waktu. Media setempat pun melaporkan ia menderita radang paru-paru.

Hillary adalah anak yang paling terkenal di Selandia Baru dan fotonya menghiasi uang lima dolar negara itu. "Ia luar biasa. Ia tokoh heroik yang tidak hanya menaklukkan Everest tapi hidup dengan ketetapan hati, kerendahan hati dan kemurahan hati," kata Clark, seperti dikutip Reuters.

Setelah Everest, Hillary memimpin sejumlah ekspedisi ke Kutub Selatan dan Himalaya, dan mencurahkan waktunya untuk membantu masyarakat sherpa Nepal yang hidup dalam bayang-bayang Everest. Organisasinya Himalaya Trust mengumpulkan US$ 250.000 setahun. Dan ia secara pribadi membangun sekolah, rumah sakit, jembatan, pipa saluran, dan bahkan sebuah lapangan terbang.

"Warisan Sir Edmud Hillary akan bertahan hidup. Tindakannya yang berani akan terus mengilhami generasi baru Selandia Baru, seperti yang ditemui selama lebih dari setengah abad," kata Clark, seraya menambahkan: "Pikiran saya bersama Nyonya Hillary, anak-anak Sir Edmund, keluarga yang lebih luas, dan teman-teman dekat pada saat sedih ini."(ANS/Antara)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya