Pertamina Menggelar Operasi Pasar Selektif

Untuk menuntaskan kelangkaan BBM yang diakibatkan adanya pengendalian konsumsi, Pertamina akan melakukan operasi pasar selektif. Pasokan BBM kerap diselewengkan ke sektor industri.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Agustus 2001, 05:55 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Bahan bakar minyak di dalam negeri kerap langka akhir-akhir ini. Tak jarang stasiun pengisian bahan bakar umum pun kehabisan pasokan. Pengendalian konsumsi BBM menjadi penyebab. Untuk mengatasi itu, Pertamina akan melakukan operasi pasar secara selektif.

Menurut Manajer Senior Pemasaran Pertamina Tuty Anggrahini, baru-baru ini, operasi pasar selektif yang dimaksud adalah apabila dua di antara tiga SPBU yang ada dalam satu ruas jalan kehabisan BBM, baru dipertimbangkan untuk ditambah. Namun Keputusan ditambah atau tidak jatah BBM, terutama solar sangat bergantung hasil pantauan tim satuan tugas Pertamina setelah menyelidiki penyebab kelangkaan. Tuty menjelaskan, operasi tersebut juga diharapkan dapat menutupi target konsumsi BBM yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2001 sebesar 52,7 juta kiloliter.

Lebih jauh, Tuty mengatakan, pada pekan keempat Juli 2001 terdapat 54 dari 183 SPBU yang ada di Jabotabek mengalami kelangkaan BBM. Besar kemungkinan kelangkaan disebabkan adanya penyelewengan BBM ke sektor industri. "Penyelewengan itu biasanya terjadi pada Ahad terakhir setiap bulan," papar Tuty. Untuk mengatasi itu, Pertamina melalui operasi pasar selektif menambah pasokan sebesar 2.700 kiloliter. Sayangnya, pasokan tersebut masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan, yaitu sebesar 210 ribu kiloliter.(ICH/Arfan Yap Bano dan Budi Sukmadianto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya