Liputan6.com, Blitar: Makam Presiden Sukarno di Kota Blitar, Jawa Timur, hingga kini masih ramai dikunjungi. Setiap hari terlebih menjelang 17 Agustus, makam Bung Karno didatangi ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Tanah Air.
Penyambung Lidah Rakyat Indonesia itu berbaring di sebuah kompleks makam sederhanana di Kota Blitar. Bung Karno yang meninggal di usia 69 tahun dimakamkan di samping makam ayahnya, Raden Sokeni Sasrodiharjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.
Advertisement
Kompleks makam ini beberapa kali dipugar. Pertama dilakukan mendiang Presiden Soeharto pada 21 Juni 1979 atau sewindu setelah wafatnya Sukarno. Makam ini kemudian direnovasi dan diperluas.
Masih di kompleks makam, terdapat perpustakaan Bung Karno. Terdapat sekitar 1 juta buku tentang sosok dan pemikiran Bung Karno di tempat ini.
Perpustakaan Bung Karno juga menyediakan satu ruangan berukuran besar untuk memajang koleksi benda-benda yang pernah di pakai presiden pertama Republik Indonesia. Salah satunya adalah bendera Merah Putih yang dibuat di Rengasdengklok. Foto-foto semasa menjadi presiden juga dipajang.
Setiap hari ada ratusan pengunjung datang. Membaca sejarah dan mengambil pelajaran dari sosok Sukarno dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Sekitar dua kilometer ke arah selatan Blitar, terdapat juga rumah tempat Bung Karno dibesarkan.(TOZ/Danang Sumirat)