Liputan6.com, Cilacap: Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilacap di Jawa Tengah, berhenti beroperasi sejak kemarin. Nyaris tak ada kegiatan sama sekali di pembangkit penghasil listrik ini. Dua hari terakhir, PLTU beroperasi dengan menggunakan batu bara cadangan. Ini setelah sejak pekan silam pasokan batu bara dari Kalimantan terhenti. Namun setelah batu bara cadangan habis, produksi listrik pun terhenti sama sekali.
Pembangkit Cilacap berkapasitas produksi 600 megawatt. Tapi, sejak dua pekan silam, pabrik setrum ini hanya bisa memproduksi listrik kurang dari 300 megawatt. Kini dengan terhentinya operasi Pembangkit Cilacap, pasokan listrik untuk interkoneksi Jawa, Bali, dan Madura, berkurang tiga persen [baca: PLN Kembali Akan Lakukan Pemadaman Bergilir].
Advertisement
Buat memproduksi listrik, Pembangkit Cilacap setiap harinya membutuhkan paling tidak 6.000 ton batu bara. Dalam kondisi normal, pembangkit tersebut memiliki cadangan 180 ribu ton batu bara untuk memproduksi listrik selama satu bulan.
Hingga kini belum jelas penyebab keterlambatan pasokan batu bara dari Kalimantan. Namun, pihak PLTU Cilacap memperkirakan pasokan akan lancar kembali satu pekan mendatang.(ANS/Mardianto)