Kehabisan Batu Bara, PLTU Tak Beroperasi

PLTU Cilacap saat ini benar-benar kehabisan batu bara yang menjadi bahan bakarnya. Akibatnya, pembangkit berkapasitas 600 megawatt itu berhenti beroperasi. Pasokan listrik untuk jaringan interkoneksi Jawa dan Bali pun berkurang tiga persen.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Juni 2008, 06:14 WIB

Liputan6.com, Cilacap: Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilacap di Jawa Tengah, berhenti beroperasi sejak kemarin. Nyaris tak ada kegiatan sama sekali di pembangkit penghasil listrik ini. Dua hari terakhir, PLTU beroperasi dengan menggunakan batu bara cadangan. Ini setelah sejak pekan silam pasokan batu bara dari Kalimantan terhenti. Namun setelah batu bara cadangan habis, produksi listrik pun terhenti sama sekali.

Pembangkit Cilacap berkapasitas produksi 600 megawatt. Tapi, sejak dua pekan silam, pabrik setrum ini hanya bisa memproduksi listrik kurang dari 300 megawatt. Kini dengan terhentinya operasi Pembangkit Cilacap, pasokan listrik untuk interkoneksi Jawa, Bali, dan Madura, berkurang tiga persen [baca: PLN Kembali Akan Lakukan Pemadaman Bergilir].

Buat memproduksi listrik, Pembangkit Cilacap setiap harinya membutuhkan paling tidak 6.000 ton batu bara. Dalam kondisi normal, pembangkit tersebut memiliki cadangan 180 ribu ton batu bara untuk memproduksi listrik selama satu bulan.

Hingga kini belum jelas penyebab keterlambatan pasokan batu bara dari Kalimantan. Namun, pihak PLTU Cilacap memperkirakan pasokan akan lancar kembali satu pekan mendatang.(ANS/Mardianto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya