Pesawat Rombongan Gus Dur Mendarat Darurat

Pesawat Boeing 707 TNI AU rombongan Presiden Wahid terpaksa mendarat darurat di Kota Darwin lantaran sebuah mesin mati. Kunjungan kerja ke luar negeri ini dikecam DPR meski targetnya memperbaiki hubungan RI-Australia.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Juni 2001, 19:17 WIB
Liputan6.com, Canberra: Pesawat Boeing 707 yang ditumpangi rombongan Presiden Abdurrahman Wahid, sekitar pukul 02.45 WIB, terpaksa mendarat darurat di Kota Darwin, Australia, Senin (25/6) pagi. Pasalnya, satu mesin pesawat milik TNI Angkatan Udara itu rusak. Sedianya, lawatan Gus Dur ke Negeri Kangguru itu bakal dilakukan di Kota Canberra, pusat pemerintahan Australia. Lawatan ke sejumlah negara tetangga tersebut akan mundur dari jadwal semula.

Menurut laporan SCTV di Canberra, Australia, hingga saat ini pesawat buatan tahun 1970 itu masih diperbaiki. Apabila pesawat yang membawa Presiden Wahid belum dapat digunakan, pemerintah Australia menyatakan bakal mengirimkan pesawat Boeing 737 untuk membawa rombongan orang nomor satu Indonesia itu. Sebab menurut jadwal semula, Gus Dur tiba di Bandar Udara Kings Ford Smith, Sydney, Australia, pukul 07.00 waktu setempat.

Sebenarnya, keberangkatan Presiden Wahid, kemarin malam, ke sejumlah negara -Australia, Selandia Baru, dan Filipina- mendapat kecaman dari DPR. Namun, menurut Menteri Luar Negeri Alwi Shihab cepat tanggap. Menurut dia, kunjungan ke Australia itu untuk memantapkan hubungan Indonesia dengan sejumlah negara tetangga [baca: Alwi: Presiden Ingin Memantapkan Hubungan RI-Australia].

Dalam kunjungannya kali ini, Presiden Wahid didampingi 62 orang anggota rombongan, termasuk istrinya, Shinta Nuriyah. Sementara empat anggota kabinet yang menyertai kunjungan Gus Dur adalah Menteri Pertanian Bungaran Saragih, Menteri Kelautan dan Perikanan Rohim Daruri, Menteri Pendidikan Nasional Yahya Muhaimin, dan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab.

Di Australia, Presiden Wahid akan bertemu dengan Perdana Menteri John Howard di Gedung Parlemen Australia. Selain itu, Gus Dur dijadwalkan bertemu pimpinan oposisi Kim Beazlley. Setelah berbagai pertemuan dengan tokoh-tokoh penting Australia, Gus Dur dan rombongan melanjutkan lawatan ke Selandia Baru. Di Negeri Kiwi, Gus Dur dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clark dalam sebuah pembicaraan bilateral. Selanjutnya, Gus Dur langsung ke Manila, Filipina, melalui Kota Darwin, Australia. Dalam kunjungan singkat di negeri tetangga itu, Presiden Wahid hanya bakal bertemu dengan Presiden Gloria Macapagal Arroyo dan kembali ke Tanah Air, Jumat pekan ini.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya