Liputan6.com, Tangerang: Penyakit yang diderita anak pasangan suami-istri Supriyatna dan Ida, warga Pondok Benda, Serpong, Tangerang, Banten memang langka. "Kasusnya memang terbilang langka baik di Indonesia maupun di seluruh dunia," kata dokter Safitri Sp KK, ahli spesialias kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur dalam telewicara di Liputan Pagi, Selasa (20/11).
Menurut Safitri, penyakit yang diderita Yogi dan Yoga adalah salah satu jenis penyakit kulit yang disebut genodermatosis. Penyakit ini akibat kelainan kulit yang dibawa sejak lahir karena kelainan gen. Kelainan gen bisa dibawa turunan keluarga atau lantaran mutasi atau perubahan sifat gen. "Penyakit ini tidak hanya membawa sindrom tidak hanya di kulit tapi juga di organ-organ lain," kata Safitri.
Advertisement
Untuk menentukan apakah penyakitnya bisa disembuhkan atau tidak, menurut Safitri harus dilakukan pemeriksaan foto. Misalnya saja jaringan kulitnya diperiksa secara mikoroskosis atau pemeriksaan organ-organ lainnya. "Namun, kebanyakan penyakit ini agak sulit disembuhkan karena gennya sudah terganggu," kata Safitri.
Seperti diberitakan sebelumnya, Yogi dan Yoga menderita penyakit yang cukup memilukan. Yogi, si sulung usia 14 tahun, mengalami keterbelakangan mental. Sedangkan Yoga, adiknya menderita sakit langka yang belum terobati. Sebelah tubuhnya bengkak disertai bisul di sekujur tubuh.
Penyakit yang diderita kedua anak itu jelas membuat pasangan warga Pondok Benda, Serpong, Tangerang, Banten ini terus berduka. Hingga saat ini, air mata masih menetes setiap Ida mengobati luka-luka Yoga. "Buat apa saya kerja kalau hasilnya tidak cukup juga," kata Ida [baca: Anak Menderita Penyakit Langka, Keluarga Pasrah].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)