Ritual Seblang, Ungkapan Syukur Masyarakat Osing

Sepekan usai Lebaran, masyarakat adat Osing di Desa Olehsari, Banyuwangi, Jatim, menggelar ritual tari seblang. Tradisi ini sebagai wujud ungkapan syukur warga atas karunia Tuhan kepada mereka.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Oktober 2007, 18:31 WIB

Liputan6.com, Banyuwangi: Sebagian besar daerah memiliki tradisi seusai merayakan Lebaran. Di Banyuwangi, Jawa Timur, umpamanya. Sepekan setelah Idulfitri, penduduk Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, menggelar ritual tari seblang atau gandrung. Tradisi masyarakat adat Osing atau penduduk asli Banyuwangi ini sebagai wujud ungkapan syukur warga atas karunia Tuhan kepada mereka [baca: Jiwa dan Tarian Orang Osing].

Pergelaran seblang ini pun mengundang banyak penonton. Mereka memenuhi lokasi ritual tersebut. Prosesi ritual dimulai saat seorang penari diarak menuju pentas dengan mata tertutup kerudung. Setiba di atas pentas, pawang tari membakar kemenyan untuk mendatangkan roh halus, yaitu leluhur seblang. Tak lama berselang, sang penari lupa diri. Ia menari mengelilingi pentas sambil memejamkan mata.

Prosesi selanjutnya, penari seblang menjual kembang dermo yang dipercaya sebagai penolak bala. Kembang dermo juga dipercaya dapat membawa keberuntungan dan keselamatan serta jodoh. Penari seblang akan terus menari di atas meja dengan selendang di tangan untuk dilempar ke penonton. Orang yang mendapat lemparan selendang wajib naik di atas meja untuk menari bersama penari seblang.(ANS/Agus Ainul Yaqin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya