Liputan6.com, Surabaya: Bunga, sebut saja demikian, korban trafficking atau perdagangan wanita, Selasa (11/9), didampingi beberapa orang dari Ikatan Aktifitas Peduli Perempuan dan Anak Pontianak, Kalimantan Barat, mendatangi Pusat Pelayanan Terpadu Jawa Timur. Bunga merupakan anak yatim dari salah satu keluarga korban luapan lumpur Lapindo di daerah Kedung Bendo, Tanggulangin, Sidoarjo.
Kasus yang menimpa Bunga berawal ketika dia dijanjikan pekerjaan oleh pamannya. Namun, sang paman justru menjual keponakannya itu kepada mucikari seharga Rp 10 juta. Selama disekap, Bunga sempat disiksa.
Advertisement
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jatim Komisaris Besar Polisi Puji Astutik menyatakan, pihaknya terus mengusut kasus perdagangan wanita ini, termasuk menggali silsilah keluarga Bunga. Puji juga mengatakan, aparatnya juga mengejar paman Bunga yang telah menjual serta menjerumuskan keponakannya ke lembah hitam.(BOG/Benny CH dan Hendro Wahyudi)