Korban Pengeroyokan Praja IPDN Dimakamkan

Proses pemakaman jenazah lelaki yang bekerja sebagai tukang ojek ini tanpa kehadiran seorang pun wakil dari IPDN. Hingga kini, 10 praja tingkat akhir ini masih diperiksa intensif di Mapolres Sumedang.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Juli 2007, 12:39 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Wendi Budiman, korban pengeroyokan 10 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dikebumikan di pemakaman umum di sebuah desa di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (23/7). Proses pemakaman jenazah lelaki yang bekerja sebagai tukang ojek ini tanpa kehadiran satu wakil pun dari IPDN.

Wendi meninggal setelah dikeroyok 10 praja IPDN di arena biliar di Mal Jatinangor Town Square. Pengeroyokan bermula saat api rokok Wendi mengenai seorang praja IPDN. Praja yang marah itu memanggil teman-temannya lalu beramai-ramai memukul Wendi. Setelah dipukul, dia dibenturkan ke tembok. Wendi sempat dilarikan ke rumah sakit tapi jiwanya tak tertolong [baca: Praja IPDN Diduga Mengeroyok Warga Hingga Tewas].

Hasil otopsi belum diumumkan. Namun pihak keluarga menyebutkan kalau pelipis anak mereka yang berusia 21 tahun itu sobek serta rahangnya patah. Hingga kini, 10 praja tingkat akhir ini masih diperiksa di Markas Kepolisian Resor Sumedang. Polisi akan menetapkan status 10 praja malam nanti. Sementara itu belum ada pernyataan apa pun dari para pejabat IPDN.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya