Kejadian berawal dari kesalah pahaman antara Wendi dengan beberapa pemuda berambut cepak. Diduga mereka adalah praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang tengah melakukan pesiar di luar kampus.
Wendi yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang ojek tewas saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sumedang. Untuk kepentingan penyelidikan jenazah Wendi kemarin dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung.
Advertisement
Kondisi mayat terlihat sangat mengenaskan. Bagian kepala korban terus mengucurkan darah segar. Tim identifikasi Kepolisian Resor Sumedang yang menyertai jasad Wendi langsung melakukan identifikasi. Setelah diotopsi, rencananya jenazah Wendi akan dimakamkan di kampung halamannya di Cikeruh, Jatinangor.
Jajaran Kepolisian Resor Sumedang yang menangani kejadian ini sudah memeriksa beberapa saksi. Sebanyak 10 praja IPDN tadi malam langsung dijemput dan diperiksa di Markas Polres Sumedang. "Diduga pelakunya berjumlah 10 orang," kata Kapolres Sumedang, Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Setiawan.
Sementara itu, menurut paman korban, Ii Jai, keponakannya tewas akibat pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sekelompok pemuda yang diduga praja IPDN. "Korban dipukul dan diinjak-injak," kata Ii.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)