Korban Tewas Kereta Bengawan Solo Lima Orang

Jumlah penumpang yang tewas ketika Kereta Api Bengawan Solo anjlok di Banyumas, Jateng, bertambah satu menjadi lima orang. Diperkirakan ada beberapa korban lagi yang akan dirujuk ke rumah sakit setempat.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Januari 2007, 10:07 WIB
Liputan6.com Banyumas: Petugas masih berupaya mengevakuasi badan Kereta Api Bengawan Solo yang terguling di Kalibener, Banyumas, Jawa Tengah, dini hari tadi. Hingga Selasa (16/1) pagi, korban tewas dalam kecelakaan kereta api ini berjumlah lima orang. Jenazah tiga korban berada di Kamar Mayat Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto dan dua jasad di RS Islam Purwokerto.

Sampai sekarang ada 50 korban yang dirawat di RS Margono. Karena keterbatasan ruangan para korban terpaksa ditempatkan di lorong rumah sakit. Para pasien yang kebanyakan berasal dari Provinsi Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini umumnya mengalami patah tulang. Diperkirakan jumlah korban yang akan dirujuk ke rumah sakit bertambah karena sebagian penumpang masih berada di rumah warga.

Bangkai Kereta Bengawan Solo masih tergeletak di lokasi kejadian. Peralatan berat yang didatangkan dari Cirebon, Jabar, tidak mampu mengembalikan gerbong kereta ke jalurnya. Para petugas hanya berkonsentrasi memindahkan bagian kereta yang anjlok dan mengganti beberapa bantalan rel yang telah lapuk.

SCTV sudah meminta konfirmasi pada pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) soal penyebab kecelakaan beberapa saat sejak kejadian. Namun, PT KAI tidak memberikan komentar. Meski begitu, seorang pegawai stasiun mengatakan tidak akan keluar stasiun jika kereta api dalam kondisi tidak baik. Keterangan ini bertentangan dengan kesaksian para penumpang.

Kereta Bengawan Solo yang menarik 12 gerbong anjlok antara Stasiun Karang Gandul dan Stasiun Karang Sari, Banyumas, sekitar pukul 00.15 WIB []. Satu gerbong terguling ke Kali Bener yang berada lima meter di bawah rel kereta. Kecelakaan ini membuat lalu lintas kereta api dari Cirebon menuju Yogyakarta dan sebaliknya lumpuh.(TNA/Mardiyanto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya