AS Membantah Terlibat Penyebaran Video Eksekusi Saddam

Militer AS membantah terlibat dalam penyebaran video detik-detik eksekusi mati mantan orang nomor satu Irak Saddam Hussein. Pelaksanaan eksekusi sepenuhnya tergantung pada pemerintah Irak.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Januari 2007, 00:17 WIB
Liputan6.com, Baghdad: Juru Bicara Militer Amerika Serikat Mayor Jenderal William B. Caldwell membantah keterlibatan AS dalam penyebaran video detik-detik eksekusi mati mantan orang nomor satu Irak Saddam Hussein. Pasalnya, pelaksanaan eksekusi Saddam sepenuhnya tergantung pada pemerintah Irak. Apalagi, sampai saat akan ditransfer ke tangan pemerintah Irak, menjelang eksekusinya Saddam tetap tegar. Demikian dikemukakan Caldwell di Baghdad, Rabu (3/1).

Dalam sebuah wawancara, jaksa penuntut umum Munkith al Faroon mengaku melihat ada dua pejabat tinggi Irak membawa telepon genggam saat pelaksanaan eksekusi. Yang kini dikhawatirkan, video tersebut juga menayangkan ejekan dan penghinaan dari beberapa tokoh Syiah saat Saddam dieksekusi. Akibat ejekan itu, eksekusi nyaris ditunda karena ada seorang pejabat yang mengancam akan keluar. Karena itu, Presiden Irak Nouri al Maliki memerintahkan segera dilakukan penyelidikan kasus itu [baca: ].

Sampai saat ini makam Saddam masih dipenuhi warga yang berduka dan memprotes eksekusinya. Rencananya para kroni Saddam juga akan dieksekusi, Kamis besok. Mereka adalah saudara tiri Saddam, sekaligus mantan Kepala Agen Rahasia Irak Barzan Ibrahim Hassan al Tikriti dan mantan Kepala Kehakiman Pengadilan Revolusioner Awad Hamid al Bandar.

Hingga kini, kekerasan di Irak belum mereda. Hari ini ditemukan setidaknya 45 jenazah di sekitar Kota Baghdad dengan bekas bekas penyiksaan. Diduga, eksekusi Saddam meningkatkan aksi kekerasan sektarian antarwarga Sunni dan Syiah.(ORS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya