Liputan6.com, Baghdad: Amerika Serikat harus menghadapi kenyataan pahit satu hari pascakematian mantan Presiden Irak Saddam Hussein. Korban tewas pasukan AS yang bertugas di Irak mencapai 3.000 jiwa. Demikian dilansir stasiun televisi CNN di Baghdad, Irak, Ahad (31/12).
Tentara ke-3.000 yang tewas adalah Sersan Edward Shaffer. Dia meninggal dunia di sebuah rumah sakit Negara Bagian Texas, AS. Menurut laporan markas angkatan bersenjata di Pentagon, Shaffer terkena ledakan bom di Kota Ramadi, 13 November silam.
Selain menewaskan 3.000 orang, invasi AS ke Irak turut mencederai lebih dari 22 ribu tentara AS. Presiden AS George Walker Bush dilaporkan telah menyikapi perkembangan ini dengan berencana mengeluarkan kebijakan untuk Irak dalam waktu dekat.
Invasi AS ke Irak berlangsung sejak Maret 2003 dan telah menggulingkan Saddam dari tampuk kekuasaan. Bahkan AS berhasil membuat mantan orang kuat Irak itu dieksekusi di tiang gantungan pada Sabtu silam. Saddam divonis mati karena terbukti bersalah dalam kasus pembantaian 148 warga Dujail, sekitar 24 tahun silam. [baca: Saddam Dikebumikan].(DNP)
Tentara ke-3.000 yang tewas adalah Sersan Edward Shaffer. Dia meninggal dunia di sebuah rumah sakit Negara Bagian Texas, AS. Menurut laporan markas angkatan bersenjata di Pentagon, Shaffer terkena ledakan bom di Kota Ramadi, 13 November silam.
Selain menewaskan 3.000 orang, invasi AS ke Irak turut mencederai lebih dari 22 ribu tentara AS. Presiden AS George Walker Bush dilaporkan telah menyikapi perkembangan ini dengan berencana mengeluarkan kebijakan untuk Irak dalam waktu dekat.
Invasi AS ke Irak berlangsung sejak Maret 2003 dan telah menggulingkan Saddam dari tampuk kekuasaan. Bahkan AS berhasil membuat mantan orang kuat Irak itu dieksekusi di tiang gantungan pada Sabtu silam. Saddam divonis mati karena terbukti bersalah dalam kasus pembantaian 148 warga Dujail, sekitar 24 tahun silam. [baca: Saddam Dikebumikan].(DNP)