SBY Turut Berduka Cita atas Insiden Lapindo

Presiden Yudhoyono prihatin atas peristiwa ledakan pipa gas Pertamina di dekat lokasi lumpur PT Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jatim. Presiden juga menyatakan bela sungkawa kepada para keluarga korban.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 November 2006, 18:16 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Kamis (23/11), menyatakan prihatin atas peristiwa ledakan pipa gas Pertamina di dekat lokasi lumpur PT Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur. Presiden juga menyatakan bela sungkawa kepada para keluarga korban baik dari keluarga karyawan maupun keluarga prajurit yang meninggal dalam peristiwa tersebut [baca: ].

Siang tadi awan kelabu menyelimuti merahnya tanah di pemakaman umum di Desa Banyuanyar Kidul, Probolinggo, Jatim. Kesedihan meruap di sekitar pusara serda Muhammad Hafid, anggota Batalyon Zeni Tempur V Kepanjen yang gugur dalam tugas akibat ledakan pipa gas tadi malam. Almarhum meninggalkan seorang istri yang tengah hamil tua dan seorang anak yang belum genap empat tahun. Endang berencana beserta seluruh keluarga menuntut tanggung jawab Lapindo atas kemalangan ini.

Kesedihan juga menyelimuti Nunik Kastani, Maklum, hingga kini keberadaan suaminya Stefanus Prasetiyo masih gelap. Sejak terakhir bertemu dengan suaminya kemarin, Nunik belum lagi mendengar kabar darinya. Sore kemarin, karyawan PT Jasa Marga ini meluncur ke tol Porong-Gempol setelah mendapat laporan adanya retakan di salah satu ruas jalur bebas hambatan itu. Tapi berita adanya ledakan di kawasan semburan lumpur, korban sudah tak dapat dihubungi lagi.

Dua korban ledakan yang menderita luka, yakni Sersan Kepala TNI Sutoyo dan Prajurit Dua TNI Eferkaya, dari Yonzipur V Kepanjen menjadi saksi betapa kerasnya ledakan yang terjadi semalam. Mereka harus bergulung-gulung dengan tumpukan lumpur bercampur air untuk bisa menyelamatkan diri.

Sejauh ini baru diektahui delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya cedera akibat tragedi tersebut. Sementara mereka yang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian berjumlah enam orang. Selain Stefanus, ada pegawai pemerintah daerah setempat, Rudi Triharyadi, Komandan Rayon Militer Taman Sidoarjo Kapten TNI Hendro dan Hariyo, karyawan perusahaan kontraktor PT Adhi Karya. Sedangkan dua lainnya masih belum diketahui lengkap identitasnya.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya