Berkat Keluarga, Lepas dari Belenggu Narkotik

Dengan dukungan keluarga terdekat, Polo berjuang untuk lepas dari jeratan narkotik. Begitu pula kesabaran Ronny Pattinasarani untuk membebaskan kedua anaknya dari belenggu narkoba.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 November 2006, 10:02 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kasih sayang keluarga terdekat adalah salah satu kunci keberhasilan seseorang terlepas dari jeratan narkotik. Inilah yang dialami Barata Nugraha alias Polo. Mantan anggota kelompok lawak Srimulat itu dua kali meringkuk di hotel prodeo karena kedapatan memiliki dan mengonsumsi shabu. Dan kini Polo benar-benar sudah menjauhi barang memabukkan tersebut.

Bila di luar rumah, Polo senantiasa menghibur para pemirsanya. Namun saat tiba di rumah, Polo sekarang justru mencari hiburan bagi dirinya. Ikan-ikan di akuarium, koleksi kesayangannya selama bertahun-tahun, serta foto-foto lamanya menjadi hiburan tersendiri bagi Polo. Lumayan untuk menghilangkan kepenatan, begitulah kata Polo. Dengan kata lain rumah menjadi tempat berlabuh setelah seharian beraktivitas.

Beberapa tahun silam, kedamaian yang sekarang diperoleh Polo tentu jauh bertolak belakang. Bagi Polo, tahun 2004 adalah tahun petaka kedua dalam kehidupannya. Betapa tidak, dia kembali duduk sebagai pesakitan dalam kasus kepemilikan shabu seberat 0,6 gram [baca: Pelawak Polo Terjerat Kasus Narkoba Lagi].

Kala itu yang paling menoreh batin Polo adalah sewaktu sang istri dan anak pertamanya yang baru lahir menjenguknya di kantor polisi. "Sebuah tempat yang salah. Seharusnya saya berkumpul bahagia dengan keluarga di rumah," tutur Polo ketika hadir dalam perbincangan yang dipandu Bayu Sutiyono, Selasa (14/11) pagi.

Dia pun kembali merasai dingin dan suramnya hidup di balik jeruji besi. Sebelumnya pada tahun 2000 ia meringkuk di penjara, juga karena kasus narkoba [baca: Polo Dituntut Satu Tahun Penjara]. Dan pada akhirnya, kenangan pahit selama hidup di penjara untuk kedua kalinya itu menjerakan Polo.

Ia mengibaratkan dua kali masuk penjara adalah proses penebusan dan pembelajaran. Namun, Polo mengakui saat dibui yang pertama dirinya hanya sebatas berkomitmen kepada manusia untuk berubah. Sedangkan ketika dipenjara untuk kedua kalinya, ia baru benar-benar berkomitmen sepenuh hati, terutama kepada Tuhan. Polo menambahkan, dirinya terlepas dari jeratan narkoba setelah berjuang lepas dari lingkaran setan. "Lingkaran setan itu memang diciptakan oleh setan. Menyikapi ini pekerjaan setan, nah, kita bikin komitmen dengan Tuhan," imbuh Polo.

Kini di rumah yang dihuninya di bilangan Jakarta Timur, Polo tinggal bersama adik-adiknya. Sesekali, saudara-saudaranya yang lain singgah atau menetap di rumah tersebut. Maklumlah, sulung dari sembilan bersaudara itu adalah orang yang mencintai keluarga. Dan perhatian keluarga pulalah yang mendorong semangat Polo untuk terbebas dari narkotik dan obat-obatan berbahaya. Walau demikian, ketika ia terjerumus narkoba beberapa tahun silam, keluarga besarnya sempat terpukul. "Kita harus support Polo," ucap Sri Wulandari, adik Polo. "Apa pun yang terjadi, kita harus beri semangat," tambah Putut Tranggono, adik Polo lainnya.

Memang, perhatian dan dukungan moral dari orang-orang terdekat adalah hadiah paling berharga bagi siapa pun yang tertimpa masalah. Pun demikian Polo. Keluarga tetap menyayanginya meski ia dua kali dijebloskan ke penjara. Tak tertinggal, ketabahan jua yang memungkinkan Polo kembali bangkit. Sekarang dia kembali aktif, sibuk menerima banyak tawaran untuk tampil di panggung atau televisi. Masa lalu adalah masa lalu, kini Polo lebih bersemangat menyongsong hari depan yang lebih cerah.

Tak hanya Polo yang kini berbahagia karena bisa melupakan masa kelamnya dan jauh dari narkoba. Mantan pesepakbola nasional Ronny Pattinasarani pun mengalami masa-masa sulit karena kedua anaknya menjadi budak narkoba. Setelah sekian tahun berjuang keras, kini Ronny bisa bernapas lega karena mereka benar-benar sembuh dari ketergantungan narkoba.

Kini dentingan piano dan alunan lagu rohani kerap bergema dari kediaman keluarga Ronny Pattinasarani di kawasan Rawasari, Jakarta. Kebersamaan ini seakan telah mengubur kisah pahit yang mendera keluarga Ronny. Benny Robeno Pattinasarani, anak pertama Ronny, sekarang mulai menjalani hidup baru setelah sembuh dari ketergantungan narkoba. Sejak tidak lagi menggunakan narkotik, Benny menjadi pemusik untuk lagu-lagu rohani. Sang anak mengaku telah kehilangan banyak waktu dan kesempatan saat terbuai oleh narkoba. "Saya kehilangan pergaulan, saya kehilangan teman-teman. Itu suatu kehilangan bagi saya," terang Benny.

Sementara anak kedua Ronny, Yerry Pattinasarany, kini mengikuti Sekolah Alkitab untuk memperdalam keagamaan. Pilihan ini diambil Yerry setelah terbebas dari kecanduan narkoba. Ia pun aktif membantu para pecandu narkotik agar bisa sembuh. "Sekarang saya banyak berubah. Saya bisa buat hidup berarti bagi orang lain," ujar Yerry.

Adapun proses penyembuhan Benny dan Yerry dituangkan pelatih sekaligus komentator sepak bola itu dalam buku bertajuk Sebuah Kisah Pembebasan. Penyembuhan kedua anaknya itu selama sekitar empat tahun cukup membuat susah kehidupan pasangan Ronny dan Stella Pattinasarani. Bahkan demi untuk mendampingi anak mereka agar bisa terbebas dari narkoba, Ronny harus rela meninggalkan pekerjaannya sebagai pelatih sepak bola.

Pengorbanan tak sampai di situ. Ronny harus banyak kehilangan harta karena dijual oleh anak-anaknya yang ketika itu menjadi pecandu serbuk memabukkan tersebut. Ini termasuk medali emas tanda jasa atas prestasi Ronny sebagai pesepakbola kaliber nasional. Akhirnya Benny dan Yerry bisa benar-benar sembuh setelah dibantu oleh seorang pendeta. "Kuncinya kita harus sabar dan tidak boleh menyerah," ungkap Stella.

Kisah pahit itu memang telah berlalu. Kini Ronny beserta istri dan keempat anaknya dapat kembali menikmati indahnya sebuah kebersamaan keluarga. Dan hal terpenting adalah Ronny berhasil membebaskan kedua anaknya dari perangkap narkoba.

Kegetiran hidup Polo maupun keluarga Ronny Pattinasarany memang dapat dijadikan pelajaran. Asalkan ada kemauan, para pecandu bisa melepaskan diri dari perangkap narkoba. Tentunya pula dukungan dari keluarga terdekat jangan dilupakan.(ANS)

BAYU SHOW
Kritik dan Saran (Cantumkan Nama dan Lokasi Anda): bayu.liputan6@sctv.co.id

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya