Kasus terbongkar setelah warga mencurigai ulah Sukriyanto dan Sarmidi yang menurunkan barang di sebuah toko kelontong. Mereka terlihat menjual sekitar 400 kilogram beras, beberapa bungkus mi instan, dan bahan kebutuhan pokok lain. Warga yang curiga melaporkan keduanya dan belakangan diketahui semua barang adalah bantuan logistik untuk korban longsor di Desa Sijeruk.
Di kantor polisi, Sukriyanto dan Sarmidi mengaku mendapat izin mengeluarkan barang dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Menurut keduanya, semua barang akan dibagikan untuk 38 keluarga miskin di Desa Merden. Sukriyanto tak lain adalah Kelapa Dusun Merden.
Advertisement
Soal penjualan barang, Sukriyanto mengatakan, atas permintaan warga miskin. Mereka menginginkan uang tunai ketimbang bantuan logistik. Kendati mengaku sebagai simpatisan Bupati Banjarnegara Djasri yang maju dalam pemilihan kepala daerah setempat, Sukriyanto membantah penjualan terkait kampanye pilkada yang tengah memanas di Banjarnegara.
Djasri mengamini keterangan kedua tersangka. Dia mengatakan, cerita yang mengaitkan dirinya dengan kasus ini adalah upaya penjegalannya dalam Pilkada Banjarnegara. Polisi juga sependapat dengan Djasri. Sejauh ini kepolisian setempat hanya mengarahkan penyidikan pada kasus penyelewengan bantuan bencana alam.
Sementara sembilan bulan sudah warga korban longsor Sijeruk hidup dalam keterbatasan [baca: Tiga Warga Tewas Tertimbun Longsor]. Mereka masih sangat membutuhkan bantuan berupa kebutuhan pokok yang kini menumpuk di gudang milik Pemkab Banjarnegara.
Suratmo dan Salthoni, warga setempat mengaku, belum bisa hidup normal sejak bencana menerjang dusun mereka. Untuk itu mereka berharap pemkab setempat kembali menyalurkan bantuan yang sempat distop selama dua bulan. Keinginan serupa diungkapkan Zubaedah yang kini suaminya terpaksa menjadi tukang ojek.
Tokoh masyarakat Desa Sijeruk, Nasuri mengatakan, pernah diajak bicara oleh bagian Kesra Pemkab Banjarnegara perihal sisa alokasi bantuan Sijeruk yang masih ada. Dia mengaku, pernah menyarankan agar bantuan untuk warga Sijeruk kembali disalurkan.
Bupati Banjarnegara menjelaskan, bantuan untuk warga Sijeruk memang disalurkan secara bertahap dan sudah mencukupi. Sisa bahan bantuan, tambah dia, bahkan sudah disalurkan ke wilayah lain yang membutuhkan termasuk untuk korban gempa Yogyakarta dan tsunami pantai selatan Jawa.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)