Lumpur Akan Dialirkan ke Kali Porong

Mengalirkan lumpur panas bercampur air ke Kali Porong terpaksa dikerjakan jika banjir terjadi di musim penghujan nanti. Untuk jaga-jaga, tanggul sekarang ditinggikan dan dilapisi plastik geotekstil.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 September 2006, 19:26 WIB
Liputan6.com, Sidoarjo: Musim hujan biasanya disambut gembira. Maklumlah, air hujan diharapkan menyuburkan lahan pertanian setelah beberapa bulan terakhir ini dilanda kemarau panjang. Tetapi warga Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, justru khawatir. Mereka takut lumpur panas bercampur air hujan akan meluap kemudian semakin membanjiri permukiman. Ketinggian lumpur dari pantauan SCTV, baru-baru ini, sudah setinggi atap rumah.

Agar tidak banjir, tanggul-tanggul dilapisi plastik geotekstil kemudian ditambah kantung berisi pasir dan batu. Bendungan di sepanjang jalur Tol Porong-Gempol juga ditinggikan. Sebab jalan bebas hambatan itu merupakan sarana vital penghubung Surabaya dengan Malang. Sebagian besar pembangunan bendungan darurat itu dikerjakan anggota Batalyon Zeni Tempur V dan Komando Daerah Militer V Brawijaya.

Namun jika terjadi banjir bandang, mau tidak mau, lumpur bercampur air harus dialirkan ke Kali Porong. Membuang lumpur ke Kali Porong diyakini tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Di luar segala upaya antisipasi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie menjamin keselamatan manusia tetap menjadi prioritas.

Pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah seharusnya bergerak lebih gesit. Pasalnya masalah yang harus dihadapi bukan saja kesiapan menghadapi musim penghujan, tapi juga lebih memperhatikan kondisi warga di sekitar pengeboran Lapindo Brantas. Warga menilai penanganan bencana alam yang genap memasuki hari ke-100 ini sangat lamban. Padahal sendi-sendi kehidupan dan perekonomian penduduk Kecamatan Porong sudah hancur [baca: "Kuala Lumpur Lapindo" dan Sederet Masalah].(KEN/Eko Yudho)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya