Liputan6.com, Jakarta: Organisasi massa Forum Betawi Rempug (FBR) membantah terlibat praktik premanisme. FBR menambahkan tindak kekerasan dilakukan oknum perorangan dan bukan organisasi. Demikian disampaikan Ketua Umum FBR Fadholi al Muhir dalam perayaan milad FBR di halaman Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Ahad (30/7).
Dalam ulang tahun kelimanya itu, Fadholi juga menegaskan bahwa pihaknya menolak untuk dibubarkan. Pembubaran ini mencuat setelah pemerintah menyatakan akan membubarkan organisasi yang cenderung melakukan kekerasan. Di hadapan seribu anggota FBR, Fadholi mempersilahkan polisi memproses kadernya yang terlibat aksi kekerasan.(TOZ/Fira Abdurachman dan Theofilus Sandi)
Advertisement