Raju dan Eman Menjadi Santri Anton Medan

Muhammad Azwar alias Raju dan Armansyah alias Eman terlihat lebih akrab layaknya seorang kakak beradik. Kedua bocah ini akan menjadi santri Pesantren At-Tabiin hingga mereka masuk perguruan tinggi.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Maret 2006, 19:28 WIB
Liputan6.com, Bogor: Muhammad Azwar alias Raju dan Armansyah alias Eman membuka lembaran hidup baru. Kisah perselisihan mereka yang berujung diseretnya Raju ke Pengadilan Negeri Langkat, Sumatra Utara telah dikubur dalam-dalam. Bahkan, kini kedua bocah itu terlihat lebih akrab. Mereka seperti seorang kakak beradik saja.

Pemandangan keakraban Raju dan Eman terlihat saat mereka masuk pertama kali sebagai santri di Pondok Pesantren At-Tabiin, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/3). Kedatangan bocah yang sempat menjadi perhatian umum ke pesantren pimpinan bekas preman Anton Medan ini didampingi oleh orang tua masing-masing.

Eman mengaku telah melupakan kejadian itu. "Kami sekarang saudara. Tidak mau mengungkit-ungkit masalah itu lagi," kata Eman. Sementara itu Raju mengaku masih trauma. Dia sulit melupakan proses pengadilan dan kehidupan selama di tahanan yang pernah dijalaninya. "Takut dimasukkan kerangkeng lagi," ujar Raju.

Pengangkatan Raju dan Eman sebagai anak asuh Pesantren At Tabiin didorong keprihatinan Anton terhadap proses hukum yang pernah dijalani keduanya. "Harusnya kasusnya bisa diselesaikan oleh guru atau tokoh agama," ungkap Anton. Selanjutnya kedua bocah ini akan menjadi santri At-Tabiin hingga masuk perguruan tinggi.(JUM/Asti Megasari dan Yopi Yakob)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya