Penunjukan ExxonMobil Bukan Ide Pemerintah

Penunjukan perusahaan tambang ExxonMobil untuk memimpin kendali operasi Blok Cepu bukan atas saran pemerintah. Dirut Pertamina menyatakan kesepakatan itu atas dasar keuntungan kedua belah pihak.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Maret 2006, 02:35 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah akhirnya memilih perusahaan tambang ExxonMobil untuk memimpin kendali operasi Blok Cepu. Dalam keterangan pers bersama yang difasilitasi Kantor Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Senin (13/3), disebutkan bahwa penunjukan tersebut sudah sesuai dengan hasil kesepakatan antara pihak Pertamina dan ExxonMobil. Penunjukan itu juga tidak ada kaitannya dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice.

Menurut pihak ExxonMobil, seluruh kegiatan operasi Blok Cepu sepenuhnya akan dilakukan bersama dengan anak perusahaan Pertamina, Pertamina Eksplorasi Cepu dan dua perusahaan milik ExxonMobil, Mobil Cepu Oil dan Ampolex Cepu.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno, membantah kesepakatan yang diambil merupakan penunjukan dari pemerintah. Menurutnya, dalam masalah ini bukan soal puas atau tidak yang dicari, tapi bagaimana kedua belah pihak bisa sama-sama diuntungkan. "Kalau Exxon meraih untung, pemerintah juga harus untung," tegasnya.

Sedangkan kalangan anggota DPR menilai penunjukan tersebut telah melukai hati masyrakat. Karena itu, menurut anggota Komisi VII Ramson Siagian, pihaknya akan memanggil Dirut Pertamina. "Kita akan meminta penjelasan dari mereka tentang bagaimana kesepakatan itu bisa terjadi," ujarnya.

Rencananya, Rabu mendatang kesepakatan antara kedua pihak akan ditandatangani, termasuk diumumkannya struktur pengelolaan Blok Cepu. Total investasi ditaksir mencapai US$ 2,6 miliar yang ditanggung bersama Pertamina dan ExxonMobil. Dari kesepakatan yang akan ditandatangani, 85 persen keuntungan masuk ke kas negara, sisanya sebesar 15 persen dibagi dua antara Pertamina dan ExxonMobil []. (ADO/Linda Puteri Mada dan Akem)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya