Sedangkan Rizieq mengaku bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus mengawal perkembangan rencana penerbitan majalah ini. Menurutnya, soal nama tidak begitu penting, jika yang disajikan ternyata tetap saja berbau pornografi. "Kalau itu terjadi, kami akan bertindak melakukan pencegahan," tegas Rizieq.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa mendatangi Kantor Menteri Komunikasi dan Informatika di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (23/1). Mereka menuntut Depkominfo membatalkan izin penerbitan majalah khusus dewasa tersebut [baca: Mahasiswa Menolak Penerbitan Majalah Playboy Indonesia].
Advertisement
Playboy Indonesia rencananya diterbitkan Maret mendatang. Jika terealisasi, Indonesia adalah negara kedua di Asia setelah Jepang yang menerbitkan Playboy. Majalah dengan simbol kelinci berdasi kupu-kupu ini memang dikenal selalu menampilkan foto-foto model perempuan yang cukup terbuka.(ADO/Aryo Adi Prabowo dan Dwi Firmansyah)