Ali Usman, alumnus Ponpes Ngruki menjelaskan, silaturahmi diadakan untuk membahas persepsi terorisme dan jihad. Selain itu, juga untuk meluruhkan kesan santri yang belajar di sana mendapat pelajaran tentang terorisme. "Lihat saja. Di sini tidak ada latihan militer dan tidak alat meriam," kata Ali. Dari pertemuan yang digelar sampai besok diharapkan akan melahirkan deklarasi yang berisi pesan bahwa tenaga pengajar Ponpes Ngruki tidak mendidik generasi teroris."Deklarasi akan kami kirim ke PBB [Perserikatan Bangsa-Bangsa]," ucap Isfihani, seorang peserta reuni.
Silaturahmi diikuti puluhan alumni Ponpes Al Mukmin yang sebagian di antaranya tinggal di luar negeri. Sementara ustad Abu Bakar Ba`asyir, pendiri Ponpes Ngruki tidak hadir karena masih dipenjara .(KEN/Ferry Aditri)
Advertisement