Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata Diguncang Ledakan

Puluhan keluarga pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata di Jalan Mayjen Sutoyo, Purworejo, Jateng, panik setelah mendengar ledakan keras. Ledakan yang diduga berasal dari ruang dapur ini lokasinya berdekatan dengan ruang bayi.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Desember 2005, 08:35 WIB
Liputan6.com, Purworejo: Sebuah ledakan keras terjadi di kompleks Rumah Sakit Ibu dan Anak Permata di Jalan Mayjen Sutoyo, Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (3/12) pagi.  Ledakan diduga berasal dari ruang dapur sebuah toko di kompleks rumah sakit.  Akibat ledakan, sebagian bangunan rumah sakit dan toko, rusak parah. Seorang warga mengalami luka serius. Sementara itu,  puluhan keluarga pasien sempat panik karena lokasi ledakan berdekatan dengan ruang bayi.

****

Dalam sepekan terakhir ini, jumlah pasien demam berdarah di Kabupaten Tegal, Jateng,  terus bertambah. Misalnya saja, di Rumah Sakit Umum Daerah dokter Soeselo, Slawi, Tegal.  Di rumah sakit ini masih terdapat 10 pasien. Sebagian besar pasien  adalah anak-anak. Rata-rata, pasien ini terlambat dibawa ke rumah sakit. Ini dibuktikan dengan jumlah trombosit yang rendah bahkan ada yang sudah mengeluarkan darah.

****

Warga di Desa Kertasura, Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terlibat tawuran. Bentrokan dipicu sikap pro-kontra warga atas kepemipinan kepala desa setempat. Seorang warga terluka akibat terkena anak panah. Dia harus terbaring di rumahnya karena mengalami luka tusuk pada pangkal lengan kiri. Tawuran antarwarga di desa ini sudah sering terjadi meski hanya dipicu oleh masalah sepele.

****

Kepolisian Daerah Nusatenggara Timur memeriksa Bupati Timor Tengah Selatan Daniel Banu Naek.  Daniel diperiksa atas tuduhan korupsi dana purnabakti sebesar Rp 1,4 miliar. Dana ini diberikan kepada 35 mantan angota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan periode 1999-2004.

****

Sebuah kapal ikan Filipina yang berbendera Indonesia ditangkap Polda Maluku Utara. Kapal ini kepergok polisi tengah mencuri ikan di perairan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara.  Polisi  menahan 17 anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Filipina. Mereka diketahui tidak mengantongi izin keimigrasian.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya