Tukang Pijat Renta Digauli Langganan

Sukarman yang sudah tak lagi muda nafsunya bergolak saat tubuhnya dipijat-pijat Mbah Inem. Lantaran dipaksa berhubungan badan Mbah Inem menderita pendarahan hebat pada kemaluannya.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Oktober 2005, 02:09 WIB
Liputan6.com, Nganjuk: Berita bocah diperkosa pria lanjut usia mungkin sudah tidak aneh lagi. Di Indonesia, perkara seperti itu tak terhitung sudah masuk kantong polisi. Namun jika nenek berusia 70 tahun, diperkosa kakek berumur 55 tahun kasus ini mungkin jarang-jarang terjadi.

Tapi, kasus itu benar-benar terjadi di Desa Mbengkong, Loceret, Nganjuk, Jawa Timur. Di desa itu, Mbah Inem (nama samaran), seorang tukang pijat pada 25 September silam, diperkosa Suparman, pelanggannya. Mbah Inem empat hari dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara karena pendarahan hebat pada kemaluannya akibat trauma &quotbenda tumpul&quot. &quotKarena lukanya empat sentimeter, pendarahan tidak bisa ditangani. Dia dioperasi dan dijahit dengan enam jahitan,&quot kata dokter Prima Heru, Kepala RS Bhayangkara.

Mbah Inem kemudian mengadu kepada polisi. Dan, Sukarman akhirnya diciduk di Kediri. Sukarman yang kini mendekam di Markas Kepolisian Sektor Loceret mengelak tuduhan Mbah Inem. Dia mengaku perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Sukarman bahkan mengatakan, mereka sudah lima kali berhubungan intim.

Pengakuan berbeda datang dari Mbah Inem. Pada malam nahas itu, Sukarman datang minta dipijat. Karena sudah lama menjadi langganan, Mbah Inem bersedia meladeni. Ketika badannya dipijit-pijit Sukarman rupanya merasa terangsang. Dia lantas memaksa Mbah Inem telentang di tikar. &quotPakaian saya dibuka Sukarman. Setelah itu, dia memperkosa saya,&quot papar Mbah Inem. Karena sudah uzur dan lelah sehabis memijat korban tak sanggup melawan. Usai memuaskan nafsu bejatnya Sukarman ngeloyor pergi.

Mbah Inem cukup lama terbaring. Awalnya, tak seorang pun datang menolong nenek yang hidup sebatang kara itu. Suaminya tutup usia 20 tahun silam tanpa meninggalkan anak. Dengan suara lemah Mbah Inem meminta tolong. Suara korban didengar Makinem, tetangganya yang bergegas memburu rumah korban. &quotSaat itu, darah banyak mengalir di kedua kakinya [Mbah Inem],&quot jelas Makinem. Dia makin tercengang begitu mendengar Mbah Inem mengaku disetubuhi Sukarman.

Sementara Sukarman mengaku tidak ingat kenapa libidonya bergejolak saat badannya dipijat Mbah Inem. &quotNggak sadar gitu,&quot kata lelaki berambut potongan tentara itu. Yang paling terkejut dengan ulah Sukarman tentu saja Suyati, istrinya. Anehnya, Suyati tetap memaafkan Sukarman. Bahkan saat dipertemukan di Mapolsek Loceret, Suyati masih bersedia dipeluk dan diciumi suaminya.

Suyati pasrah menghadapi kejadian itu karena dirinya sadar untuk melakukan hubungan suami istri memang sudah tidak mampu. Selain mengidap darah tinggi, Suyati pernah terserang stroke, enam tahun silam. &quotSaya sudah memaafkan [Sukarman] dan tetap akan merawat dia,&quot kata Suyati yang kini tinggal sendiri di kawasan Mojoroto, Kediri.

Meski kejadian yang menimpanya sudah satu bulan berlalu, Mbah Inem masih trauma. Untuk menenangkan diri dia mengungsi ke rumah kerabat di desa seberang. &quotSaya masih kesal, kok keterlaluan banget saya sudah tua begini masih diperlakukan seperti itu,&quot ujar Mbah Inem. Kemarahan Mbah Inem sedikit surut lantaran Sukarman sudah mendekam di balik terali besi.(KEN/Erlangga Wisnuaji dan Kurnia Supriyatna)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya