Kain Tenun Ikat NTT Diminati Kolektor

Selain bernilai seni, motif yang tergambar pada kain tenun ikat asal Nusatenggara Timur memiliki kisah berbagai hal kehidupan. Tidak hanya itu, kain tradisional ini juga dikenal akan keindahan dan kualitasnya.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 September 2005, 15:15 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kehidupan budaya dan sejarah suatu suku bangsa tidak hanya dapat dipelajari melalui buku. Selembar kain tradisional pun dapat bercerita mengenai banyak hal. Kain tenun ikat asal Nusatenggara Timur, misalnya, yang dipamerkan baru-baru ini.

Awalnya, motif kain tenun ikat NTT ini kebanyakan bercorak bunga atau hewan seperti cicak dan ayam. Namun, sejak pedagang asal Eropa masuk ke kawasan NTT. Corak yang diadaptasi pun mulai bergaya kolonial. Motif-motif yang ditenun pun menjadi semakin variatif. Biasanya, corak yang ditenun sesuai dengan perkembangan kehidupan masyarakat NTT saat itu.

Selain diminanti para kolektor, kain tenun ikat juga banyak digunakan untuk dekorasi maupun kebutuhan sehari hari. Proses pembuatan secara tradisional pun masih tetap dipertahankan. Tak heran jika harganya cukup mahal. Kain tradisional ini asal NTT ini dijual antara Rp 100 ribu hingga Rp 19 juta rupiah.(BOG/Asti Megasari dan Jhoni Akbar)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya